header-int

Siapkan Akreditasi, Rumah Jurnal FTIK Hadirkan Koordinator RJI Bengkulu

Selasa, 12 Okt 2021, 18:34:27 WIB - 170 View
Share
Siapkan Akreditasi, Rumah Jurnal FTIK Hadirkan Koordinator RJI Bengkulu

Rumah Jurnal FTIK benar-benar serius menyiapkan akreditasi jurnal-jurnal yang dikelolanya. Salah satunya dengan melaksanakan Sharing Succes Story bertajuk Roadmap Meraih Akreditasi Sinta 2. 
Kegiatan itu dilaksanakan secara virtual menggunakan Zoom Meeting pada Rabu 06 Oktober 2021. Hardivison, Kepala Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah, IAIN Curup, yang sekaligus Koordinator Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Provinsi Bengkulu didapuk sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Zainal Abidin, Ketua Rumah Jurnal FTIK dan sekaligus Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, menjelaskan, acara ini bertujuan untuk belajar kepada kesuksesan Pak Hardivison yang mengantarkan 14 jurnal IAIN Curup terakreditasi. 
“Saya yakin, prestasi itu bukan diraih dengan bimsalabim, melainkan dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Cara kerja itulah yang ingin kami amati, tiru, modifikasi (ATM) di FTIK UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember,” ungkapnya.
Zainal menyampaikan bahwa FTIK sedang mengelola 17 jurnal. 7 jurnal dikelola oleh fakultas, dan 10 lainnya dikelola oleh HMPS. Jadi, setiap HMPS memiliki satu jurnal.
“Dari 17 jurnal itu, ada 13 jurnal yang akan diajukan akreditasi pada awal 2022, tujuh jurnal fakultas dan lima jurnal HMPS. Untuk sampai ke situ dan hasilnya optimal, kami tips dan trik dari Pak Hardivison yang berhasil mengantarkan 14 jurnal IAIN Curup terakreditasi,” harapnya.
Dalam penilaiannya, Hardivison menilai jurnal-jurnal FTIK sudah cukup baik dengan beberapa aspek yang perlu diperlu diperbaiki, dilengkapi atau disempurnakan.
“Tentu ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki, misalnya sebaran editor jangan hanya satu provinsi, DOI harus aktif, sitasi masih minim, visitor masih kurang dari 50 orang per hari, belum indeksasi ke DOAJ, dan beberapa hal lainnya. Ini perlu segera diselesaikan dengan cepat,” ungkapnya.
Editor in Chief Jurnal Al-Quds ini menambahkan bahwa tantangan pengelola jurnal yang belum terakreditasi umumnya sama. Tantangan teratas adalah minimnya naskah jurnal berkualitas.
“Cara yang kami lakukan adalah dengan menjalin komunikasi dengan kolega dan jurnal-jurnal terakreditasi. Dengan kolega, kita minta mereka untuk mengirim artikel ke kita. Dengan jurnal-jurnal terakreditasi, kita harap mereka untuk merekomendasi artikel-artikel yang ditolak mereka agar dikirim ke jurnal kita. Itu yang kami lakukan,” tutupnya.
Pewarta: Abdul Karim 
Editor: Hariyono

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan , Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017
© 2021 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Follow INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER : Facebook Twitter Linked Youtube