header-int

Analisis SWOT FTIK

Posted by : Administrator
Share

Perencanaan strategik merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan potensi, kelemahan, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. Perencanaan strategik mengandung visi, misi, tujuan, sasaran, cara mencapai tujuan dan sasaran yang meliputi kebijakan, program dan kegiatan yang realistis dengan mengantisipasi perkembangan masa depan.
Dari beberapa komponen tersebut dalam Renstra ini akan dilakukan analisis internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (kesempatan dan ancaman) atau dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Analisis tersebut disajikan dalam rangka mengidentifikasi kompleksitas penyelenggaraan tridharma di FTIK IAIN Jember dalam upaya mengatasi kelemahan, memperkecil ancaman, dan meningkatkan kekuatan dalam upaya meraih dan mendapatkan peluang sebesar mungkin. Atas dasar butir-butir analisis SWOT tersebut, akan dapat dipilih dan ditetapkan strategi serta arah kebijakan sehingga dapat diketahui di mana posisi sebenarnya FTIK IAIN Jember ketika penyusunan Renstra ini.

1. Posisi Pada Kuadran I:

Faktor eksternal dan internal positif, yang berarti bahwa lingkungan yang dihadapi secara relatif berpeluang lebih besar dibanding ancamannya dan kekuatannya relatif lebih unggul dibanding kelemahan. Dengan demikian FTIK IAIN Jember memiliki kemampuan untuk merubah potensi menjadi kinerja agar berprestasi lebih baik. Sehingga arah kebijakan yang tepat untuk dilaksanakan adalah dengan meningkatkan dan memperbesar peranan FTIK IAIN Jember dalam bidang tridharma sesuai dengan kemampuan yang dimiliki sekaligus untuk memperluas peran serta memanfaatkan peluang yang ada.

Arah kebijakan tersebut akan merupakan dasar dari kebijakan dalam kondisi growth strategy, dan arah kebijakan itu sendiri dapat dibedakan dengan melihat posisi sub kuadrannya. Jika pada kuadran IA, berarti pertumbuhan peran yang dilaksanakan dapat dilakukan dengan cepat, namun jika pada kuadran IB, maka pertumbuhan peran harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas.

2. Posisi Pada Kuadran II:

Faktor eksternal positif tetapi internal negatif. Posisi ini menunjukkan bahwa peluang yang dihadapi masih lebih besar dibanding ancaman yang ada. Sedang di sisi internal kekuatan atau keunggulan yang dimiliki relatif lebih kecil dibanding kelemahannya.

Dengan demikian maka arah kebijakan yang harus dipilih adalah mempertahankan peran FTIK IAIN Jember yang telah ada dan berlangsung saat ini secara agresif atau selektif di dalam melaksanakan program kerja yang memang memungkinkan. Pada kondisi ini arah kebijakan dasar yang harus dilaksanakan adalah menjaga stabilitas terhadap kegiatan yang telah ada dan sedang berlangsung.

3. Posisi Pada Kuadran III:

Pada posisi ini faktor eksternal dan internal negatif. Hal ini berarti bahwa posisi yang dihadapi dalam kondisi lemah, di mana kekuatan atau keunggulan internal cenderung lebih kecil dibanding banyaknya kelemahan dan ancaman dari luar yang cenderung lebih besar.

Dengan demikian arah kebijakan yang harus ditempuh adalah bertahan untuk hidup (survival strategy) dalam arti bahwa pelaksanaan kegiatan FTIK IAIN Jember tetap dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada dan berusaha menghindarkan diri (turn around strategy) dari kebijakan-kebijakan yang tidak populer, sambil melakukan pembenahan internal dan mencari peluang (guerilla strategy) yang memungkinkan untuk perbaikan atas kelemahan-kelemahan internal.

4. Posisi Pada Kuadran IV:

Faktor eksternal negatif tetapi internal positif. Kondisi ini memberikan arti bahwa peluang yang ada relatif lebih kecil dibanding besarnya ancaman. Namun di sisi internal kekuatan atau keunggulan yang dimiliki relatif masih lebih besar dibanding kelemahan, sehingga yang harus dipilih adalah melaksanakan kebijakan diversifikasi.

Dalam hal ini arah kebijakan tersebut diantaranya dapat dilaksanakan dengan diversifikasi yang terkonsentrasi pada kebijakan populis, populer dan merupakan prioritas, sambil melaksanakan perbaikan internal yang masih lemah. Arah kebijakan ini perlu dilaksanakan untuk persiapan melakukan diversifikasi secara lebih luas ke bidang yang memberikan peluang perbaikan dan peningkatan dalam penyelenggaraan tridharma.

Berkenaan dengan gambaran secara umum dari diagram analisis SWOT tersebut, maka penyelenggaraan tridharma di FTIK IAIN Jember diharapkan dikelola lebih profesional, di mana kondisi dan wacana ini merupakan hal baru bagi sebagian besar SDM yang terbiasa bekerja dengan pola sentralistik. Posisi FTIK IAIN Jember, pada saat ini dapat diasumsikan berada pada posisi Kuadran IV. Sehingga arah kebijakan yang harus dipilih adalah yang sesuai dengan kondisi diversification strategy sebagai dasar dan landasan untuk melangkah memasuki Kuadran I, yakni kuadran dimana posisi pertumbuhan (growth strategy) di bidang tridharma sudah harus dilaksanakan dan dipilih sebagai arah kebijakan.

Posisi FTIK IAIN Jember akan bergerak pada posisi di kuadran I tentu setelah perbaikan dan pembenahan disisi internal (Strenghts & Weaknesses) terlaksana dan kondisi eksternal (Opportunities & Treath) mengalami perbaikan, khususnya terciptanya iklim yang kondusif.

Analisis Lingkungan

Dalam evaluasi diri, analisis lingkungan dikelompokkan menjadi dua, yakni lingkungan internal dan eksternal. Analisis lingkungan internal untuk mengkaji kekuatan dan kelemahan, sedangkan untuk analisis lingkungan eksternal untuk melihat peluang dan tantangan. Dalam menyusun analisis SWOT Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Jember menggunakan indikator kepemimpinan (leadership), relevansi pendidikan, atmosfir akademik (academic atmosphere), manajemen internal (internal management), sustainabilitas (sustainability), serta efisiensi dan produktivitas.

A. Lingkungan Internal (Kekuatan dan Kelemahan)

1. Kepemimpinan (Leadership)

Kekuatan

Komitmen Pimpinan FTIK IAIN Jember dalam berbagai bidang sangat tinggi. Berbagai kebijakan dirumuskan untuk menjadi dasar penyusunan program selama lima tahun. Program tersebut disusun dengan mengedepankan prioritas pada pengembangan bidang akademik, sumber daya insani, sarana prasarana, keuangan, serta sistem informasi dan penguatan networking.

Kelemahan

Kemampuan kepemimpinan FTIK IAIN Jember untuk membangun organisasi yang sehat dan manajemen bersih dan transparan belum optimal. Kondisi tersebut tampak dalam beberapa hal, diantaranya efisiensi dan efektivitas pengelolaan institusi, pengaturan beban kerja yang kurang spesifik, keterlibatan dosen yang masih kurang optimal dalam Tri Darma Perguruan Tinggi.

2. Relevansi Pendidikan

Kekuatan

1) Memiliki 11 prodi yang mampu mengakomodasi variasi kebutuhan masyarakat dalam bidang keilmuan dan keahlian rumpun ilmu keislaman dan kependidikan. 11 prodi tersebut terdiri dari 10 prodi jenjang sarjana dan satu prodi program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

2) Data tiga tahun terakhir menunjukkan jumlah lulusan rata-rata per tahun adalah 550 orang per tahun dari berbagai program studi, dengan angka efisiensi edukatif (AEE) meningkat, indeks prestasi kumulatif > 3,50 (30.99 %), dan lama studi rata-rata 4 tahun (5%). Hal ini memungkinkan lulusan FTIK IAIN Jember dapat bersaing memasuki pasar kerja yang cukup tinggi dan variatif.

3) Kualifikasi akademik dosen FTIK terdiri dari 62% Magister dan 38% Doktor dengan jumlah guru besar 2% dan lektor kepala 22% dari seluruh dosen.

4) FTIK IAIN Jember memberi kesempatan belajar yang lebih baik bagi masyarakat dengan memberikan pilihan seleksi masuk melalui berbagai jalur, memberikan berbagai macam beasiswa (Bidikmisi, prestasi, dan kurang mampu), serta menerima mahasiswa sesuai dengan kuota program studi.

5) Peningkatan jumlah koleksi pustaka per tahun, adanya digital library, dan multimedia yang memberikan kemudahan informasi segenap mahasiswa dan dosen maupun komunitas luar kampus.

6) Adanya Gugus Penjaminan Mutu Fakultas dan Unit Kendali Mutu Prodi untuk melaksanakan monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut terhadap kinerja sivitas akademika di lingkungan FTIK

7) Pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan FTIK melalui kerjasama dengan berbagai pihak, baik perguruan tinggi nasional maupun internasional, serta instansi terkait.

8) FTIK IAIN Jember merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Keresidenan Besuki.

9) Jumlah pendaftar setiap tahunnya mengalami peningkatan sebesar 30%

10) FTIK memiliki jumlah mahasiswa terbanyak dibandingkan dengan fakultas lainnya yang ada di IAIN Jember.

11) Biaya pendidikan yang terjangkau (UKT dengan rentang Rp. 400.000 – Rp. 3.600.000)

12) Lokasi kampus yang strategis dan representatif untuk pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

13) Sarana dan prasarana yang memadai.

14) Jurnal-jurnal di lingkungan FTIK dapat diakses secara terbuka (open access journal).

Kelemahan

1) Jumlah dosen yang berpendidikan S3 sebesar 38%.

2) Terbatasnya tenaga kependidikan yang memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan yang dibutuhkan fakultas.

3) Minimnya pembinaan dosen dan tenaga kependidikan berdasarkan bidang keahliannya.

4) Kurangnya guru besar yang berdasarkan kualifikasi Program Studi.

5) Terdapat 5 Program Studi masih terakreditasi C (baik).

6) Jurnal-jurnal di lingkungan fakultas dalam proses akreditasi.

7) Belum tersedia laboratorium sekolah (labschool) di bawah naungan FTIK IAIN Jember.

8) Perkembangan sosial budaya yang terjadi di masyarakat tidak dapat segera diikuti oleh perubahan kurikulum.

9) Pemanfaatan sarana-prasarana FTIK IAIN Jember untuk mendukung kegiatan pendidikan masih belum optimal.

10) Kesadaran dan dukungan terhadap pentingnya pengelolaan sarana prasarana di kalangan dosen dan tenaga kependidikan masih rendah.

11) Minimnya prestasi mahasiswa pada tingkat internasional.

12) Kurikulum belum seluruhnya berorientasi dunia kerja.

13) Jumlah lulusan yang bekerja di luar bidang studinya belum terdata dengan baik.

14) Perkembangan yang terjadi di masyarakat tidak dapat segera diikuti oleh perubahan kurikulum.

3. Atmosfir Akademik (Academic Atmosphere)

Kekuatan

1) Semakin meningkatnya kualitas dosen baik dalam pencapaian gelar jabatan fungsional akademik yang dibuktikan dengan semakin banyaknya dosen yang bersertifikasi pendidik.

2) Adanya program hibah kompetensi yang diperoleh dan digunakan bagi upaya perbaikan proses dan inovasi pembelajaran.

3) Adanya kerja sama dalam negeri dan luar negeri dalam proses atmosfir akademik telah ditindaklanjuti oleh fakultas dan program studi.

4) Beberapa penelitian dilakukan dengan kualitas yang tinggi berpeluang memiliki nilai tawar standar dalam kerja sama penelitian.

Kelemahan

1) Jumlah perolehan paten, publikasi ilmiah, dan tulisan dalam bentuk buku masih sangat rendah.

2) Rendahnya relevansi antara kegiatan pendidikan dengan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi penyebab lemahnya efektivitas pembelajaran mahasiswa.

3) Indeks prestasi kumulatif lulusan yang relatif tinggi namun tidak selalu selaras dengan masa tunggu lulusan untuk memperoleh pekerjaan.

Manajemen Internal (Internal Management)

Kekuatan

1) Penyusunan rencana anggaran dilakukan dengan mekanisme rapat kerja pimpinan Institut dan pimpinan fakultas, program studi serta beberapa unit kerja.

2) Ada mekanisme pengajuan anggaran untuk program studi/laboratorium dalam rangka pengadaan alat-alat dan perbaikan laboratorium.

3) Alokasi anggaran fakultas serta program studi diatur secara tertulis dan jelas.

4) Informasi tentang penerimaan keuangan dan penerimaan mahasiswa saat daftar ulang dapat diakses secara online.

5) Adanya penghargaan bagi penerbitan bahan ajar dan publikasi ilmiah di jurnal nasional maupun internasional

6) Rekrutmen dosen dan tenaga kependidikan mengacu pada kebutuhan berdasarkan rasio dosen-mahasiswa dan melalui panitia seleksi di tingkat institut.

Kelemahan

1) Perencanaan belum mengacu pada kebutuhan riil, tetapi masih lebih didasarkan kepada pagu anggaran tahun sebelumnya dengan beberapa penyesuaian untuk tahun yang berbeda.

2) Belum ada mekanisme monitoring dan evaluasi internal yang berkelanjutan dalam pengadaan, penggunaan dan pelaksanaan anggaran di lapangan.

3) Sistem keuangan belum berorientasi pada output dan outcome tetapi masih berorientasi pada input dan proses sehingga tujuan dari setiap kegiatan dalam perencanaan terabaikan.

4) Pelaksanaan anggaran dengan perencanaannya masih tersentralisasi.

5) Rekrutmen dosen dan tenaga kependidikan masih belum tersistem sesuai dengan kebutuhan.

6) Rendahnya kapasitas tenaga administrasi dalam mendukung kinerja organisasi.

7) Manajemen sumber daya manusia kurang dapat membangun efektivitas dan efisiensi.

8) Rendahnya kemampuan fakultas dalam mengembangkan kapasitas perencanaan berbasis kinerja.

4. Sustainabilitas (Sustainability)

Kekuatan

FTIK IAIN Jember memiliki unit-unit dan aset yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai unit penghasil tambahan dana bagi kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi.

Kelemahan

1) Pemanfaatan aset FTIK IAIN Jember untuk mendanai kegiatan pendidikan belum optimal.

2) Kesadaran dan dukungan terhadap pentingnya pengelolaan aset di lingkungan dosen dan tenaga kependidikan masih rendah.

3) Kemampuan pengelolaan aset masih rendah.

5. Efisiensi dan Produktivitas

Kekuatan

Gugus Penjaminan Mutu fakultas terus berupaya agar penggunaan dana dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Kelemahan

1) Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan belum berupaya maksimal meningkatkan mutu dosen dan pengembangan model pembelajaran agar berdampak pada mutu lulusan, efisiensi, dan produktivitas lulusan.

2) Resource sharing secara maksimal pada beberapa kegiatan, seperti saling memanfaatkan dosen dan beberapa laboratorium antar fakultas dalam rangka efisiensi penggunaan laboratorium dan ruang kuliah belum sepenuhnya terjadi.

 

B. Lingkungan Eksternal (Peluang dan Ancaman)

Peluang

1) Dengan terbitnya SK BAN PT No. 41/SK/BAN-PT/Min-Akred/PS/XI/2020, fakultas memiliki peluang lebih besar untuk menerima calon mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

2) Penawaran kerja sama dari dalam dan luar negeri yang cukup besar dalam kerangka networking, benchmarking, double degree, dan berbagai skema kerja sama lain.

3) Sumber daya manusia dan sumber dana dari dalam dan luar negeri belum banyak digali untuk dimanfaatkan secara maksimal.

4) Demografi, geografi, dan potensi daerah Kabupaten Jember dan wilayah tapal kuda cukup besar untuk bersinergi dalam pengembangan daerah.

5) Semakin terbukanya peluang kerja sama dengan berbagai lembaga baik negeri maupun swasta untuk pendanaan bidang pendidikan maupun peningkatan SDM.

6) Akses informasi yang tanpa batas dan semakin mudah dijangkau seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi.

7) Penyedia dana riset baik lokal, regional maupun internasional dapat dimanfaatkan dalam pengembangan pendidikan dan riset.

8) Reformasi perguruan tinggi dalam kebijakan anggaran berbasis kinerja memberikan peluang untuk bersaing dengan perguruan tinggi lain.

9) Kebijakan anggaran berbasis kinerja di lingkungan IAIN Jember memberikan peluang untuk bersaing dengan perguruan tinggi lain.

10) Meningkatnya animo masyarakat untuk melanjutkan studi di FTIK.

Ancaman

1) Perkembangan IPTEK yang semakin pesat menuntut adanya sistem manajemen dan SDM yang handal.

2) Keberagaman calon dosen dan mahasiswa dari berbagai latar belakang, berimplikasi pada kerawanan masuknya faham radikalisme dan intoleransi

3) Persaingan dengan perguruan tinggi lain semakin ketat dalam program pendidikan yang sejenis.

4) Persaingan kerja lulusan semakin ketat

5) Tuntutan masyarakat atau dunia usaha akan lulusan dan produk teknologi yang tinggi melalui komersialisasi riset.

6) Globalisasi dan perdagangan bebas membutuhkan kreativitas FTIK IAIN Jember untuk meningkatkan nilai jualnya di pasar bebas.

 

Dalam memaksimalkan kekuatan dan peluang, serta meminimalkan kelemahan dan ancaman, disusun strategi-strategi diantaranya: evaluasi yang berkesinambungan mengenai mekanisme kerja dan tata pamong setiap semester; meningkatkan kualitas partisipasi dosen dalam pengembangan prodi melalui mekanisme kerja tridarma yang lebih terpadu; efisiensi dan efektivitas kepemimpinan harus ditingkatkan guna memelihara persepsi positif stakeholder terhadap IAIN Jember, FTIK, dan prodi; meminta umpan balik dari stakeholder setiap akhir tahun dan memanfaatkan informasi yang tersedia untuk melaksanakan good corporate governance; dan meningkatkan kerjasama tridarma dengan 3 lembaga internasional per tahun, selain dengan pesantren-pesantren di Jawa Timur dan lembaga nasional lainnya.

Secara lebih rinci, UPPS FTIK IAIN Jember mengembangkan program strategis yang dapat mencapai tujuannya sebagai berikut.

1) Peningkatan bidang pendidikan dan pengajaran

a) Penguatan dan pengembangan kurikulum berbasis KKNI.

b) Peningkatan mutu proses pembelajaran berbasis ICT.

c) Peningkatan mutu kurikulum, RPS, dan bahan ajar secara berkelanjutan untuk memenuhi standar mutu.

d) Peningkatan jiwa entrepreneur di kalangan mahasiswa.

e) Pembekalan mahasiswa dengan bahasa Arab dan Inggris.

f) Penyempurnaan sistem tata kelola pelayanan fakultas dengan standar good governance.

g) Peningkatan mutu sumber daya manusia dan sarana prasarana.

h) Membangun atmosfir pendidikan yang responsif gender.

i) Pelaksanaan tracer study.

j) Peningkatan layanan bimbingan karir bagi mahasiswa dan alumni.

k) Pemberdayaan program-program kreativitas, penalaran, minat dan bakat mahasiswa.

2) Peningkatan bidang penelitian

a) Peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian.

b) Peningkatan kolaborasi mahasiswa dan dosen dalam penelitian.

c) Peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah di tingkat nasional dan internasional.

d) Peningkatan kualitas dan kuantitas penerbitan buku.

e) Pemberian penghargaan penulisan artikel jurnal terindeks SCOPUS.

f) Peningkatan jumlah HKI.

3) Peningkatan bidang pengabdian kepada masyarakat

a) Peningkatan kualitas dan kuantitas pengabdian kepada masyarakat berbasis riset.

b) Peningkatan kualitas pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui program magang.

c) Peningkatan kolaborasi mahasiswa dan dosen dalam pengabdian kepada masyarakat.

d) Pengembangan pengabdian kepada masyarakat terkait dengan toleransi keberagamaan.

e) Peningkatan jumlah HKI.

4) Peningkatan bidang kerja sama

a) Perluasan kerja sama dalam penyelenggaraan Tri Dharma PT.

b) Pelaksanaan program pertukaran mahasiswa dengan perguruan tinggi lain.

c) Peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

d) Membangun kerja sama dengan pengguna lulusan untuk memperpendek masa tunggu kerja alumni.

e) Pengembangan akses link jurnal nasional dan internasional.

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan , Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017
© 2021 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Follow INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER : Facebook Twitter Linked Youtube