Kreativitas dan visualisasi karya mahasiswa menjadi sorotan utama dalam perhelatan FTIK Champion 2026. Salah satu cabang kompetisi yang menarik perhatian luas adalah lomba Video Pendek. Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia secara khusus mengusung tema "Video Pendek Berbasis Keprodian" untuk mendorong partisipasi aktif mahasiswa di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).
Pemilihan tema berbasis keprodian ini dirancang agar para peserta mampu memvisualisasikan keunikan, nilai-nilai keilmuan, serta daya tarik dari masing-masing program studi yang ada di FTIK. Melalui media audio-visual yang kreatif, inovatif, dan edukatif, mahasiswa diajak untuk mengemas pesan keprodian menjadi konten yang informatif, inspiratif, serta relevan dengan perkembangan dunia digital saat ini.
Penanggung Jawab Lomba Cabang Video Pendek, Mudrikah, M.Pd., menjelaskan bahwa tema ini menjadi sarana efektif untuk memperkuat profil dan identitas setiap program studi melalui sudut pandang mahasiswa. "Kami ingin melihat bagaimana mahasiswa mengekspresikan rasa bangga dan pemahaman mereka terhadap keilmuan prodinya masing-masing dalam bentuk karya videografi yang estetik dan berdampak luas," ulasnya di sela-sela tahapan lomba.
Proses penilaian cabang lomba ini menekankan pada beberapa kriteria utama, seperti kesesuaian karya dengan tema keprodian, keorisinalitasan ide, kualitas teknis videografi dan penyuntingan, serta pesan moral dan edukatif yang disampaikan. Karya-karya terbaik dari peserta diproyeksikan tidak hanya berhenti di ajang perlombaan, tetapi juga dijadikan sebagai media promosi dan edukasi publik mengenai keberagaman keilmuan di FTIK.
Melalui cabang lomba Video Pendek FTIK Champion 2026 ini, pihak fakultas berharap dapat melahirkan kreator-kreator konten muda berbakat dari kalangan mahasiswa. Pembinaan berkelanjutan akan diberikan kepada para pemenang agar mampu bersaing pada ajang kompetisi videografi dan sinematografi tingkat universitas maupun nasional.