Media Center - Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember sukses menyelenggarakan kegiatan Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 4 Tahun 2025 (UKMPPG Periode 1 Tahun 2026). Agenda berskala besar ini berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026, bertempat di Meeting Room Gedung BEC Lantai 2 UIN KHAS Jember. Prosesi pengukuhan dilaksanakan secara hybrid, di mana sebanyak 100 peserta hadir secara luring di lokasi acara, sementara 1.375 peserta lainnya dari berbagai penjuru tanah air mengikuti jalannya prosesi secara daring melalui platform Zoom Meeting dan saluran Youtube Streaming.
Agenda penting ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., MM., bersama segenap jajaran pimpinan universitas meliputi Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2, Wakil Rektor 3, serta Kepala Biro AUPK. Dari pihak fakultas, hadir Dekan FTIK, Dr. H. Abdul Mu'is, S.Ag., M.Si., Wakil Dekan 1, Wakil Dekan 2, Wakil Dekan 3, Kepala Bagian Tata Usaha FTIK, Koordinator Prodi PPG, Dr. Nino Indrianto, M.Pd., serta seluruh ketua jurusan, sekretaris jurusan, dan koordinator program studi di lingkungan FTIK. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tamu undangan dari instansi mitra, antara lain Kepala Bidang dan Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Lumajang, serta para Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama dari Kabupaten Probolinggo, Jember, dan Bondowoso.
Dalam laporan akademik yang disampaikan oleh Wakil Dekan 1, disebutkan bahwa pelaksanaan program PPG kali ini ditopang oleh berbagai skema pembiayaan, dengan rincian sumber dana yang berasal dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Pendis sebanyak 393 orang, APBD sebanyak 83 orang, dan APBN sebanyak 999 orang. Dari total 1.475 lulusan yang dikukuhkan, komposisi berdasarkan jenis kelamin terdiri atas 590 laki-laki dan 885 perempuan. Secara geografis, sebaran asal provinsi kelulusan didominasi oleh Jawa Timur sebanyak 1.368 orang, disusul Sumatera Utara 66 orang, Jawa Barat 24 orang, Jawa Tengah 11 orang, Kalimantan Tengah 4 orang, serta Riau dan Sulawesi Selatan masing-masing 1 orang. Adapun klasifikasi berdasarkan bidang sertifikasi mencakup Pendidikan Agama Islam sebanyak 476 orang, Guru Kelas MI 201 orang, Qur'an Hadits 200 orang, Bahasa Arab 198 orang, Fikih 101 orang, Sejarah Kebudayaan Islam 101 orang, Akidah Akhlak 99 orang, dan Guru Kelas RA sebanyak 99 orang.
Dekan FTIK UIN KHAS Jember, Dr. H. Abdul Mu'is, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pencapaian para guru yang telah dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar guru profesional. Beliau menekankan bahwa FTIK UIN KHAS Jember berkomitmen penuh untuk terus mengawal mutu pengajaran dan tata kelola profesionalisme guru agama di Indonesia. Menurutnya, keberhasilan kelulusan yang tinggi pada periode ini merupakan buah dari sinergi yang solid antara pengelola prodi PPG, para dosen, instruktur, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah dan Kementerian Agama melalui berbagai skema anggaran yang telah dialokasikan.
Saat membuka acara secara resmi sekaligus memberikan arahan strategis, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., MM., menegaskan bahwa momentum yudisium dan pengukuhan ini bukanlah sebuah ritual formalitas belaka. Kegiatan ini merupakan sebuah titik penting yang menandai perubahan besar, hasil dari kerja keras, proses spiritual (riyadlah), serta wujud perjuangan dan pengabdian panjang di dunia pendidikan yang sangat layak untuk disyukuri. Rektor mengimbau agar seluruh guru yang dikukuhkan hari ini menanamkan tekad kuat dalam diri, bahwa perubahan status menjadi guru profesional harus diiringi dengan perubahan kualitas dan performa kerja di madrasah atau sekolah masing-masing.
Lebih lanjut, Prof. Hepni memaparkan bahwa peran guru di era modern tidak hanya krusial, melainkan sudah berada pada tataran yang sangat mendasar bagi masa depan bangsa. Guru hari ini tidak sekadar dituntut untuk mengisi kognisi peserta didik dengan limpahan pengetahuan teoretis, melainkan memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar untuk mengisi hati dengan karakter kokoh serta inspirasi yang menggerakkan. Rektor berharap, dengan modal kompetensi baru yang diperoleh selama menempuh program PPG di UIN KHAS Jember, para guru profesional ini mampu melakukan transformasi pendidikan yang substantif, mencetak generasi emas yang berakhlak mulia, serta siap menghadapi dinamika global yang kompleks. Prosesi pengukuhan kemudian diakhiri dengan pembacaan sumpah profesi guru dan doa bersama untuk keberkahan dedikasi para pendidik.
(Tim Data dan Informasi)