Media Center FTIK - Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk "Arabic for Specific Purposes: A New Direction for Arabic Language Education in the Digital Era" atau “Al-Arabiyyah lil Aghradh al-Khassah: Ittijahun Jadid li Ta'lim al-Lughah al-Arabiyyah fi al-Ashr ar-Raqmiy” (العربية للأغراض الخاصة: اتجاه جديد لتعليم اللغة العربية في العصر الرقمي).
Agenda akademik yang berlangsung pada Rabu, 10 Juni 2026 mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB ini dilaksanakan secara bauran (hybrid). Sebagian peserta hadir secara luring di Ruang Rapat Utama FTIK UIN KHAS Jember, sedangkan ratusan peserta lainnya yang terdiri atas dosen, mahasiswa, guru, dan akademisi dari berbagai daerah terhubung secara daring melalui platform Zoom Meeting. Pada kesempatan ini, prodi PBA menghadirkan pakar dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Fitri Zakiyah, M.Pd., sebagai narasumber utama.
Menjawab Tantangan Industri dan Dunia Kerja
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FTIK UIN KHAS Jember, Dr. H. Abdul Mu'is, S.Ag., M.Si. Dalam sambutannya, Dr. Abdul Mu'is menekankan pentingnya rekonstruksi paradigma berpikir bagi lulusan sarjana kebahasaan agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja modern.
"Lulusan program studi PBA hari ini dituntut untuk responsif terhadap tantangan era digital serta dinamika dunia kerja dan industri yang berkembang sangat masif. Mahasiswa tidak boleh hanya sekadar pintar dalam penguasaan kaidah kebahasaan (qawa'id) secara teoretis, melainkan harus dibekali dengan kecakapan praktis yang aplikatif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan dunia profesi saat ini," tegas Dekan FTIK.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Program Studi PBA UIN KHAS Jember, Evi Resti Dianita, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajaran bahasa Arab berbasis kebutuhan khusus (Arabic for Specific Purposes) merupakan jembatan penghubung antara dunia akademik dan realitas sosial-ekonomi.
"Di era disrupsi digital, pemahaman bahasa Arab tidak lagi cukup jika hanya dipahami sebagai penguasaan aspek linguistik semata. Pembelajaran bahasa Arab harus didesain secara spesifik untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat luas dan dunia kerja. Melalui konsep pengajaran berbasis kebutuhan khusus ini, kurikulum diarahkan dan dirancang sesuai dengan klaster bidang yang presisi, seperti sektor pendidikan, bisnis internasional, pariwisata, media digital, industri penerjemahan, hingga kajian keislaman kontemporer," urai Evi Resti Dianita.
Memasuki sesi inti, Dr. Fitri Zakiyah, M.Pd. menggarisbawahi urgensi bahasa Arab sebagai bahasa internasional resmi yang dituturkan oleh lebih dari 420 juta jiwa di 22 negara, yang sekaligus membuka peta jalan profesi baru yang sangat luas di luar sektor keguruan konvensional. Berdasarkan kajian ilmiah yang dipaparkannya, terdapat beberapa peluang integrasi strategis yang dapat diimplementasikan oleh perguruan tinggi, di antaranya adalah pengembangan pengajaran bahasa Arab untuk sektor pariwisata guna mencetak pemandu wisata profesional di destinasi internasional domestik seperti Bali dan Lombok, serta pembekalan komunikasi praktis untuk manajemen perjalanan haji dan umrah guna menyiapkan pendamping atau muthawwif yang kompeten.
Lebih lanjut, narasumber juga memaparkan pentingnya penguatan kebahasaan pada sektor bisnis dan korporat untuk menyiapkan sumber daya manusia yang terampil di pasar komersial global, penguasaan aspek teknis dan rekayasa untuk kebutuhan interaksi industri di kawasan Timur Tengah, hingga pemanfaatan bahasa dalam dunia medis untuk menjembatani komunikasi layanan kesehatan internasional. Beliau turut membagikan potret keberhasilan implementasi pengajaran bahasa Arab di beberapa negara non-Muslim seperti di MAC Australia, Toyota Islamic Center Jepang, lembaga ALIVE di Filipina, serta eksistensi kompetisi debat ilmiah internasional. Pemaparan materi komprehensif tersebut kemudian disusul dengan sesi diskusi interaktif yang memantik antusiasme peserta, sebelum akhirnya seluruh rangkaian acara yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Arab ini ditutup dengan penyerahan cendera mata akademik dan sesi foto bersama.
(Tim Data dan Informasi FTIK)