Semarak perhelatan FTIK Champion 2026 terus berlanjut dengan digelarnya cabang lomba Dai dan Daiyah. Agenda kompetisi retorika dakwah ini menjadi salah satu panggung utama di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) untuk melahirkan penceramah muda yang komunikatif, berwawasan luas, serta memiliki kepedulian terhadap isu-isu keagamaan dan sosial kontemporer.
Pelaksanaan cabang lomba Dai dan Daiyah ini dirancang untuk menguji penguasaan materi dakwah, artikulasi vokal, gaya penyampaian, hingga kesesuaian naskah dengan nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis. Dalam suasana kompetisi yang kompetitif namun penuh keteduhan, para peserta dari berbagai program studi tampil bergiliran menyampaikan syiar Islam dengan gaya retorika khas masing-masing di hadapan dewan juri.
Penanggung Jawab Lomba Cabang Dai/Daiyah, Ach. Barocky Zaimina, M.Si., menyampaikan bahwa cabang ini memiliki peran strategis dalam mengasah kemampuan komunikasi publik (public speaking) mahasiswa FTIK yang diproyeksikan sebagai calon pendidik dan pengabdi masyarakat. "Seorang da'i tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga harus mampu mengemas pesan-pesan Islam yang ramah, santun, dan relevan dengan tantangan zaman. Ajang ini menjadi tempat terbaik bagi mahasiswa untuk menggembleng mental dakwah mereka," tuturnya di sela-sela perlombaan.
Aspek penilaian pada cabang lomba ini mencakup beberapa indikator penting, mulai dari penguasaan materi, ketepatan dalil, estetika bahasa, gestur tubuh, hingga kemampuan membangun interaksi dengan audiens. Para peserta yang berhasil menunjukkan penampilan terbaik akan mendapatkan apresiasi khusus dan pendampingan dari pihak fakultas.
Melalui keberlanjutan cabang lomba Dai dan Daiyah di FTIK Champion 2026, fakultas berkomitmen untuk terus memetakan serta membina kader-kader da'i unggul. Para pemenang diproyeksikan menjadi utusan resmi FTIK untuk berlaga pada kompetisi dakwah di tingkat universitas, regional, hingga kancah nasional.