homescontents betvoy gaziantep escort görükle escort bursa escort bayan escort kayseri escort alanya istanbul escort grandpashabet https://kayserimod.com/ yabanci dizi izle
homescontents
ftik@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Bertambah Satu Lagi Guru Besar FTIK UIN KHAS Jember, Kini Pakar Bidang Bahasa Inggris

Home >Berita >Bertambah Satu Lagi Guru Besar FTIK UIN KHAS Jember, Kini Pakar Bidang Bahasa Inggris
Diposting : Jumat, 09 May 2025, 12:12:22 | Dilihat : 265 kali
Bertambah Satu Lagi Guru Besar FTIK UIN KHAS Jember, Kini Pakar Bidang Bahasa Inggris


Media Center FTIK - Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (UIN KHAS Jember) kini memiliki satu lagi guru besar. Adalah Prof. H. Moch. Imam Machfudi, S.S., M.Pd., Ph.D, seorang dosen FTIK UIN KHAS Jember yang meraih gelar profesor berkat inovasi karyanya dalam bidang Bahasa Inggris. Karya tersebut bertajuk “From Policy to Practice: Teacher Professional Growth and Challenges in Indonesia’s Rural Madrasahs”.

Penelitian Prof. Moch. Imam Machfudi berfokus pada pengembangan bahasa inggris di madrasah kawasan pedesaan. Ia menyorot isu terkait educational inequality atau kesenjangan di bidang pendidikan yang masih terjadi pada madrasah di kawasan urban dan rural (pedesaan). Guru-guru bahasa Inggris di madrasah kawasan pedesaan masih banyak yang belum memenuhi kompetensi yang dibutuhkan. Praktik pembelajaran Bahasa Inggris yang diajarkan pun masih menghadapi problem terbatasnya materi, atau kurang dari aspek learning resources.

Ia pun mengemukakan bahwa suatu policy atau kebijakan semestinya berdasarkan pada hasil kajian yang menyeluruh, serta student need analysis yang mendalam terkait apa-apa yang dibutuhkan oleh madrasah dan tentunya peserta didik itu sendiri. Sehingga tidak melahirkan kebijakan yang sifatnya superfisial, atau hanya tampak di permukaan saja tanpa menyentuh sisi terdalam. Sementara yang terjadi saat ini, policy dalam bidang pendidikan masih bersifat politis. 

Karena itu, menurutnya hendaknya kebijakan yang diambil benar-benar berangkat dari sesuatu yang mendasar agar dapat dirasakan sampai ke akar, atau dalam konteks ini, madrasah-madrasah di wilayah pedesaan. Terlebih tantangan di pedesaan masih sangat besar. Kebutuhannya lebih mengarah kepada peningkatan fasilitas dan learning resources. Dengan pertimbangan tersebut, serta mengedepankan unsur local context, akan dapat ditemukan formula yang tepat untuk memajukan pendidikan terutama di kawasan rural.

Saat diwawancarai, Prof. Moch. Imam Machfudi mengungkapkan rasa syukurnya. Berikut petikannya:

"Barangkali kata-kata tidak bisa melukiskan dengan tepat apa yang saya rasakan saat ini. Saya sangat bersyukur. Namun, juga ada beban tanggung jawab yang besar dengan jabatan akademik yang saya dapatkan. Selain itu, tantangan selanjutnya adalah sejauh mana kita bisa menyebarkan ilmu yang kita miliki. Serta untuk terus produktif melakukan penelitian dan publikasi ilmiah pada jurnal nasional maupun jurnal internasional bereputasi, agar memberikan dampak yang nyata bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat", ujarnya.

Ia pun membagikan kiat khusus kepada para akademisi agar berhasil mencapai tingkatan Profesor.

"Jangan tunda apa yang harus kita lakukan. Rencana itu penting, tetapi hanya dengan tindakan ia akan menjadi nyata. Penuhi semua kewajiban yang harus ditunaikan, jika kita ingin mencapai gelar profesor. Hal itu pulalah yang saya lakukan pada diri saya sendiri", pesannya.

Ke depan, Ia ingin sekali memberikan kontribusi yang signifikan untuk mengembangkan keilmuan bahasa Inggris, serta menciptakan teori-teori baru dalam bidang pembelajaran Bahasa Inggris. Sebagai wujud komitmennya pada dunia pendidikan, ia juga berencana untuk aktif berperan dalam meningkatkan kompetensi para pendidik bahasa Inggris, terutama di madrasah-madrasah di wilayah-wilayah pedesaan. 

Penulis: Evi Resti Dianita

Editor: Rofiq Hidayat

;