FTIK UIN KHAS Jember Gelar Yudisium Ke-38: Bekali Lulusan dengan Strategi S.M.A.R.T dan Filosofi Layangan
Media Center FTIK - Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali menyelenggarakan Yudisium Ke-XXXVIII Tahun Akademik 2025/2026 bagi lulusan program sarjana (S1). Acara khidmat ini berlangsung pada hari Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Hotel Luminor Jember, dan diikuti oleh sebanyak 363 mahasiswa dari sepuluh program studi.
Berdasarkan laporan akademik Yudisium XXXVIII yang disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Khotibul Umam, sebaran lulusan berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 46 orang, Pendidikan Bahasa Arab (PBA) sebanyak 41 orang, Manajemen Pendidikan Islam (MPI) sebanyak 71 orang, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebanyak 40 orang, Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) sebanyak 20 orang, Tadris Bahasa Inggris (TBI) sebanyak 27 orang, Pendidikan Matematika (MTK) sebanyak 31 orang, Pendidikan Biologi (BIO) sebanyak 21 orang, Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebanyak 42 orang, dan Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebanyak 24 orang.
Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya merancang masa depan di tengah era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Merujuk pada Al-Qur'an surat An-Nisa' ayat 9, beliau menegaskan bahwa umat Islam dilarang meninggalkan generasi yang lemah. Sebagai solusi, Rektor memperkenalkan pendekatan S.M.A.R.T untuk para lulusan:
-
S (Spirituality): Menjadikan nilai spiritual sebagai fondasi utama.
-
M (Meaningful): Menjadi pribadi yang bermakna dan memberi dampak nyata di tengah masyarakat.
-
A (Adaptive): Memiliki daya adaptasi tinggi dan mampu membangun jejaring (networking) di dunia yang serba cepat.
-
R (Resilience): Memiliki ketahanan dan konsistensi dalam menjaga kualitas diri agar tidak goyah oleh badai zaman.
-
T (Transformation): Terus mengembangkan mindset dan bertransformasi menjadi lebih baik.
"Yudisium bukanlah akhir, tetapi awal dari fase baru. Saya titipkan nama besar almamater kepada anda semua. Berikanlah manfaat seluas-luasnya bagi lingkungan di sekitar anda," pesan Rektor sebelum secara resmi membuka acara tersebut.
Dekan FTIK: Keberhasilan adalah Doa Orang Tua dan Filosofi Layangan
Senada dengan Rektor, Dekan FTIK, Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si., memberikan pesan menyentuh mengenai kunci kesuksesan seorang sarjana. Beliau mengibaratkan kesuksesan manusia seperti filosofi "Layangan".
"Layangan bisa terbang tinggi karena ada benang yang terus bersambung dengan tangan seseorang di bawah. Jika benang itu putus, ia tidak akan bisa terbang. Demikian pula kita, kesuksesan kita sangat bergantung pada sambungan doa yang tidak pernah putus dengan orang tua," ungkap Dekan.
Beliau mengutip surat Luqman ayat 14 (an-isykur li waliwalidayk) dan meminta para lulusan untuk segera menemui serta mencium tangan orang tua setibanya di rumah sebagai bentuk syukur. Selain itu, Dr. Abdul Mu'is mendorong lulusan untuk segera menentukan pilihan hidup, baik melanjutkan studi S2 dengan mengejar berbagai beasiswa maupun langsung terjun ke dunia kerja dengan memperkuat kompetensi diri. "Tak ada alasan tidak mampu, yang terpenting adalah kemauan," tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, FTIK mengumumkan peraih IPK tertinggi pada periode ini. Prestasi puncak diraih oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika (MTK) dengan IPK 3,93. Selain itu, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan IPK tertinggi sebesar 3,90.
Rata-rata IPK lulusan pada periode Yudisium ke-38 ini berada pada rentang 3,66 hingga 3,80, yang menunjukkan kualitas akademik lulusan FTIK UIN KHAS Jember yang tetap terjaga dengan predikat sangat memuaskan.
(Evi R. Dianita/Tim Data dan Informasi)



