FTIK Selenggarakan FGD Evaluasi Pelaksanaan PPG Daljab Batch 2 Tahun 2024 UIN KHAS Jember di Banyuwangi
Media Center FTIK - LPTK UIN KHAS Jember menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 2 Tahun 2024. Acara ini dilaksanakan pada Hari Kamis-Jum'at, 1-18 Juli 2025, bertempat di eL Hotel Banyuwangi. FGD ini menjadi ajang evaluasi sekaligus refleksi atas pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 2 Tahun 2024 di UIN KHAS Jember yang juga disebut sebagai PPG Transformasi tersebut.
Acara ini dihadiri oleh Rektor UIN KHAS Jember beserta para wakilnya, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan beserta para wakilnya, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Koordinator Prodi, dan tim pengelola Prodi PPG. Beberapa undangan yang hadir di antaranya Ketua Baznas Purwakarta, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Lumajang, Wakil Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Wakil Dinas Pendidikan Kab. Banyuwangi, dan Wakil Kemenag Kabupaten Situbondo.
Sambutan pertama disampaikan oleh Dekan FTIK, Dr. H. Abdul Mu'is, M.Si.. Dalam sambutannya ia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak mitra yang berkontribusi bagi suksesnya pelaksanaan PPG Batch 2 di tahun 2024. Di antaranya adalah pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang telah membiayai lebih dari 346 mahasiswa dengan dana APBD, Kemenag Probolinggo atas komitmennya mengirimkan 50 mahasiswa dengan dana APBD, Kabupaten Lumajang yang mengirimkan 65 mahasiswa dengan dibiayai oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) Lumajang, Kemenag Situbondo dengan 81 mahasiswa yang dibiayai oleh BAZNAS, serta Kemenag Purwakarta dengan 48 mahasiswa yang dibiayai oleh BAZNAS.
"Meskipun terdapat kekurangan teknis, seluruh peserta akhirnya dinyatakan lulus, bahkan tiga yang sempat tidak lulus berhasil menyelesaikan program pada tahap remedial", ujarnya. Dekan menegaskan bahwa PPG tahun ini merupakan PPG paling kompleks yang pernah dijalankan oleh Kementerian Agama, dengan rentang pelaksanaan hampir empat bulan, mencakup pendalaman materi, lokakarya, hingga praktik mengajar. Namun, Alhamdulillah, hasil yang positif disampaikan oleh pihak stakeholder/sekolah yang mengakui bahwa kualitas pembelajaran oleh guru alumni PPG mengalami peningkatan. "Ini menjadi bukti bahwa investasi pemerintah daerah tidak sia-sia. Jika gurunya baik, maka peserta didiknya akan baik, dan masyarakat akan ikut merasakan dampak positifnya,” ujarnya penuh keyakinan.
Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., pun turut menyampaikan apresiasinya. Dalam sambutannya, Ia mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah turut berkontribusi sebagai mitra dalam pelaksanaan PPG Daljab Batch 2 di tahun 2024 kemarin. Ia pun melanjutkan bahwa PPG harus menjadi ruang pembentukan guru yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual. “Kita tidak hanya dituntut untuk mencetak guru yang cerdas kognitif, tetapi juga yang mampu membangun empati dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritualitas,” tegasnya.
Prof. Hefni menekankan bahwa PPG bukan sekadar transfer ilmu, melainkan penguatan jati diri dan kompetensi guru secara utuh. Ia memperkenalkan pendekatan konseptual (CASH) yakni Compatible, Adaptable, Strategic, dan Harmony sebagai dasar filosofis dan operasional pelaksanaan PPG. Kurikulum yang Compatible harus menjawab isu kekinian seperti keberlanjutan lingkungan dan keragaman identitas. Guru yang Adaptable mampu menyesuaikan diri dengan era digital dan kebutuhan lokal. Secara Strategic, PPG harus dirancang berbasis data, dan nilai-nilai moderasi serta ekopedagogi tidak sekadar tempelan, tapi menjadi kerangka kerja pembelajaran. Terakhir, Harmony berarti pendidikan harus menyentuh aspek kognitif, afektif, dan sosial secara seimbang. “Jika prinsip ini dijalankan, maka kita akan melahirkan guru yang tidak hanya hidup dalam dokumen, tapi juga hidup dalam hati peserta didik dan masyarakat,” ujarnya menutup.
Dalam sesi pembukaan, Kabid PAI Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur turut menyampaikan paparannya terkait keijakan strategis pelaksanaan PPG. Tahun 2025 menurutnya menjadi momentum peralihan ke model PPG transformatif. PPG diselenggarakan sepenuhnya secara daring dalam waktu hanya 30 hari, menyerupai sistem Universitas Terbuka, dengan efisiensi biaya dari Rp5 juta menjadi Rp800 ribu per peserta. Transformasi ini akan diharapkan berdampak signifikan. Saat ini, untuk Jawa Timur, Banyuwangi mengirim 246 peserta, Probolinggo melonjak menjadi 194, dan Jember yang sebelumnya nihil kini menyumbangkan 801 peserta. "Ini tentu tak lepas dari kerja kolektif Koordinator PAI dan dukungan daerah. Mengingat masih banyak guru-guru PAI yang belum tersertifikasi. Merujuk data Kanwil Kemenag Jawa Timur, ia menyebut masih terdapat 625.481 guru yang belum mengikuti PPG, dengan target nasional 2025 mencapai 269.168 peserta. Hal ini menunjukkan skala tantangan sekaligus peluang transformasi bagi pendidikan PAI dan madrasah. Namun patut diingat bahwa PPG bukan sekadar sertifikasi. Akan tetapi, ini adalah gerakan strategis untuk mendorong guru menjadi agen perubahan sosial,” tegasnya.
Di akhir pemaparannya, Dr. Amak menegaskan komitmen Kanwil Jatim untuk memperjuangkan anggaran, mendukung PPG transformatif UIN KHAS Jember, serta melakukan pendampingan akademik dan integrasi data peserta. Ia menggarisbawahi bahwa transformasi sosial melalui pendidikan karakter berbasis ekologi dan moderasi telah dimulai di sekolah-sekolah piloting seperti SDN Sukabumi 04 Lumajang, MTsN Kota Probolinggo, dan MAN Situbondo. “Transformasi sosial melalui pendidikan karakter bukan retorika; ini sudah terjadi di lapangan”, pungkasnya yakin.
Penulis: A. Barocky Z.
Editor: Evi R. Dianita




