Guncang Seiba International Festival: Rizky Eka Saputra dari UIN KHAS Jember Bikin Penonton Terpukau
Media Center FTIK - Seiba International Festival 2025 yang digelar di UIN Imam Bonjol Padang pada Rabu, 1 Oktober 2025, menjadi saksi lahirnya penampilan monolog yang tak biasa. Di tengah kompetisi bergengsi yang diikuti kontingen dari Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Filipina, nama Rizky Eka Saputra, seorang mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) FTIK UIN KHAS Jember, mendadak mencuri perhatian. Penampilannya tidak hanya menampilkan seni peran, melainkan juga menggetarkan hati penonton lewat penghayatan yang nyaris sempurna.
Dengan intonasi suara yang lantang, Rizky berhasil mengajak penonton larut dalam emosi yang ia bangun perlahan namun menghentak. Setiap kata dan jeda terasa hidup, seolah menggiring audiens menapaki jalan cerita yang penuh gejolak. Penguasaan panggungnya begitu meyakinkan; tubuh, ekspresi wajah, dan gerakan kecil sekalipun tampak menyatu dalam harmoni yang menegaskan kualitas seorang seniman muda.
Yang lebih mengejutkan, Rizky mampu membalut penampilan monolognya dengan gagasan besar: persimpangan dua budaya. Tema ini bukan hanya relevan dengan konteks globalisasi, tetapi juga menggugah kesadaran kolektif penonton tentang identitas, akar budaya, dan tantangan modernitas. Pesan itu tersampaikan jelas, lugas, dan memikat, menjadikan karyanya lebih dari sekadar hiburan melainkan pengalaman intelektual dan emosional.
Banyak yang tidak menduga, seorang mahasiswa PBA yang dikenal akademis bisa menampilkan totalitas seni panggung dengan standar internasional. “Penampilannya memberikan pengalaman yang berkelas dan berkesan,” ungkap salah seorang penonton yang kagum akan kejutan dari Rizky. Penonton dari negara tetangga pun dibuat takjub, membuktikan bahwa seni bisa menembus batas bahasa dan budaya.
Dalam kesempatan terpisah, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN KHAS Jember, Dr. H. Abdul Mu`is, M.Si., mengungkapkan rasa bangganya. “Apa yang ditampilkan Rizky adalah bukti bahwa mahasiswa kita mampu berbicara di level internasional. Bukan hanya menunjukkan keterampilan seni, tetapi juga memperlihatkan daya pikir dan visi kebudayaan Islam yang inklusif dan adaptif. Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, mengharumkan nama kampus, dan memberi kontribusi bagi dunia pendidikan Islam.”
Rasa kegembiraan juga datang dari Wakil Dekan III FTIK UIN KHAS Jember, Dr. Rif`an Humaidi, M.Pd.I, yang turut serta mendampingi rombongan ke Padang. Ia menilai bahwa momen ini bukan hanya soal penampilan seni, melainkan juga tentang representasi generasi muda kampus di ranah internasional. “Kami sangat bangga. Rizky telah membawa nama UIN KHAS Jember dengan penuh wibawa di hadapan peserta dari berbagai negara. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga baginya dan memicu semangat mahasiswa lain untuk berani melangkah ke panggung global,” tuturnya penuh apresiasi.
Hal senada juga disampaikan Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Muh. Ardy Zaini, M.Pd.I.. Dengan penuh rasa bangga, ia menyebut penampilan Rizky sebagai momentum emas bagi Prodi PBA. “Kami merasa sangat terhormat memiliki mahasiswa yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu mengekspresikan nilai budaya dan seni dengan kualitas internasional. Ini bukti bahwa PBA bukan hanya mendidik kemampuan dalam bidang bahasa, tetapi juga mengasah sensitivitas budaya dan jiwa seni mahasiswa. Kami berharap, prestasi ini membuka jalan bagi mahasiswa lain untuk semakin percaya diri tampil di kancah internasional,” ungkapnya.
Bagi FTIK UIN KHAS Jember, keberhasilan Rizky tampil di kancah internasional adalah inspirasi besar. Ia menunjukkan bahwa mahasiswa bukan hanya mampu berprestasi dalam ruang akademik, tetapi juga dalam forum seni budaya dunia. Pesan moral yang dibawa Rizky sejalan dengan misi pendidikan Islam kontemporer: mencetak generasi yang kreatif, adaptif, dan siap menjembatani perbedaan.
Seiba International Festival tahun ini pun akhirnya menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Ia menjelma ruang perjumpaan budaya, ruang pertukaran nilai, sekaligus panggung lahirnya kejutan-kejutan inspiratif dari talenta muda seperti Rizky Eka Saputra. Tidak berlebihan jika penampilan ini dicatat sebagai tonggak penting perjalanan mahasiswa UIN KHAS Jember dalam berkiprah di tingkat internasional.
Penulis: A. Barocky Zaimina
Editor: Evi R. Dianita




