homescontents betvoy gaziantep escort görükle escort bursa escort bayan escort kayseri escort alanya istanbul escort grandpashabet https://kayserimod.com/ yabanci dizi izle
homescontents
ftik@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Mahasiswa FTIK UIN KHAS Jember Kembali Bawa Nama Kampus di SeIBa International Festival 2025

Home >Berita >Mahasiswa FTIK UIN KHAS Jember Kembali Bawa Nama Kampus di SeIBa International Festival 2025
Diposting : Minggu, 05 Oct 2025, 08:56:36 | Dilihat : 167 kali
Mahasiswa FTIK UIN KHAS Jember Kembali Bawa Nama Kampus di SeIBa International Festival 2025


Media Center FTIK - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN KHAS Jember dalam ajang seni berskala internasional. Untuk kali kedua secara berturut-turut, UIN KHAS Jember dipercaya tampil di Malam Puncak SeIBa International Festival 2025, yang digelar di UIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Festival ini menjadi panggung bergengsi yang mempertemukan para pelaku seni terbaik dari berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional. Tahun lalu, hanya satu cabang seni monolog yang berhasil lolos kurasi untuk tampil di malam puncak. Namun tahun ini, kebanggaan itu berlipat karena dua cabang seni sekaligus dari UIN KHAS Jember yang ditampilkan: monolog dan tari tradisional. Keduanya berasal dari para mahasiswa FTIK, menandakan bahwa fakultas ini tidak hanya berorientasi pada pendidikan akademik, tetapi juga memberi ruang luas untuk ekspresi budaya dan pelestarian nilai-nilai tradisi.

Dalam cabang monolog, Rizky Eka Saputra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) yang juga merupakan anggota aktif UKM Komunitas Seni (KOMSI), tampil membawakan karya berjudul “Sang Penjaga Budaya.” Monolog ini mengangkat kisah tokoh simbolik yang menjaga nilai-nilai budaya lokal di tengah derasnya arus perubahan zaman, sekaligus menjadi cermin bagi generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budayanya.

Sementara itu, dari cabang tari tradisional, empat mahasiswi FTIK yaitu Jhil Amanah Maulidya dan Linda Fitriyah dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Candra Ayu Auliana dari prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Khofifatur Rohmah dari prodi Tadris Matematika berhasil memukau audiens dengan penampilan Tari Jaripah, sebuah karya koreografer Subari Sofyan yang terinspirasi dari mitos Banyuwangi tentang tokoh pengelana bijak bernama Jaripah. Nama ini merupakan akronim dari “Ja’a Makrifat” yang membawa pesan spiritual mendalam: agar manusia selalu sadar akan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa dan mampu mengendalikan nafsu dunia. Tarian ini tak hanya menyampaikan keindahan gerak, tetapi juga menyuguhkan refleksi nilai-nilai religius dan moral dalam konteks budaya lokal.

Dekan FTIK UIN KHAS Jember, Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa FTIK dalam festival internasional bukan sekadar menjadi kebanggaan bagi institusi, melainkan juga bentuk nyata dari pendidikan berbasis nilai dan budaya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan, “Ini bukan hanya soal tampil di panggung internasional, tapi tentang bagaimana mahasiswa FTIK mampu menjadikan warisan budaya sebagai medium edukasi dan diplomasi. Mereka adalah wajah intelektual sekaligus duta budaya bangsa.” Ia juga menambahkan bahwa penampilan mahasiswa di ajang internasional tersebut menunjukkan bahwa FTIK berupaya mendorong pendidikan yang holistik yakni mengembangkan akal, rasa, dan jiwa secara bersamaan. Karena pendidikan semestinya tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga membentuk manusia berkarakter dan berbudaya.

Senada dengan itu, Wakil Dekan III FTIK, Dr. Rif’an Humaidi, M.Pd., juga mengapresiasi keberanian mahasiswa dan menekankan pentingnya peran seni dalam pendidikan. Ia menyatakan bahwa seni adalah bahasa universal peradaban, yang mampu menembus sekat budaya dan menyampaikan nilai-nilai moral secara efektif. “Ketika mahasiswa FTIK tampil membawakan karya seni budaya, mereka tidak hanya menunjukkan bakat, tetapi juga menyuarakan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam bentuk yang bisa diterima secara global,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa FTIK akan terus mendukung ruang-ruang ekspresi kreatif mahasiswa agar potensi mereka tidak hanya terasah, tetapi juga berdampak nyata dalam pembangunan budaya dan karakter bangsa. Menurutnya, tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi, meningkatkan kualitas, dan memperluas jangkauan karya-karya mahasiswa agar bisa menjangkau audiens yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri.

Keikutsertaan mahasiswa FTIK dalam SeIBa International Festival dua tahun berturut-turut menjadi bukti konkret partisipasi UIN KHAS Jember dalam ranah seni budaya. Mahasiswa FTIK tampil bukan sekadar pengisi acara, tetapi sebagai pembawa pesan nilai dan identitas. Di tengah era globalisasi yang kerap mengikis kearifan lokal, mereka hadir sebagai penjaga nilai, pelestari warisan, dan agen perubahan. Upaya ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan yang bermakna adalah pendidikan yang mampu membentuk manusia utuh yang berpikir kritis, memiliki kepekaan sosial, serta mampu mengekspresikan diri secara bermartabat. Dari lorong-lorong kelas hingga panggung internasional, dari lokal menuju global, mahasiswa FTIK terus melangkah dengan nilai dan karya, menginspirasi generasi dan memperkuat peradaban bangsa.

Penulis: A. Barocky Zaimina
Editor: Evi R. Dianita

;