Perkuat Sinergi, Prodi MPI UIN KHAS Jember dan Prodi MPI UIN Maliki Malang Tindaklanjuti Kesepakatan Kerja Sama
Media Center FTIK - Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang perkuat kerja sama melalui penandatanganan dokumen kesepakatan yang berlangsung di Aula Kemahasiswaan UIN Maliki Malang. Kegiatan tersebut pun menjadi rangkaian dari acara studi banding Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) FTIK UIN KHAS Jember di FITK UIN Malang.
Acara ini dihadiri oleh Dekan FITK UIN Maliki Malang, Dr. H. Muhammad Walid, M.A. yang didampingi oleh Wakil Dekan III, Prof. Dr. Marno, M.Ag., Koordinator Prodi MPI UIN Maliki Malang, Dr. Ulfah Muhayani, Ph.D., dan Sekretaris Prodi, Prayudi, M.Kom.. Sementara itu dari pihak FTIK UIN KHAS Jember diwakili oleh Koordinator Prodi MPI, Dr. Ahmad Royani, M.Pd.I., beserta para pengurus HMPS MPI dari kedua bealah pihak, dengan total yang hadir mencapai 100 orang.
Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Walid selaku Dekan FITK UIN Maliki Malang menekankan pentingnya kerja sama lintas kampus sebagai strategi penguatan mutu akademik dan kelembagaan. Ia menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan komitmen akademik yang harus diwujudkan dalam aksi nyata. Tantangan ke depan, menurutnya, adalah menjaga keberlanjutan program pasca-MoU karena sering kali inisiatif serupa berhenti pada tataran formalitas. Oleh sebab itu, ia berharap ada mekanisme tindak lanjut yang terukur agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh mahasiswa dan dosen.
Ia menyebut bahwa organisasi kemahasiswaan semestinya tidak berhenti pada program simbolik, tetapi mampu membangun sistem kerja yang terencana dan berdampak jangka panjang. HMPS MPI diharapkan tidak hanya menjadi wadah kegiatan, tetapi juga pusat pengembangan kepemimpinan dan manajemen keorganisasian berbasis nilai, riset, dan aksi sosial. Tantangan organisasi mahasiswa saat ini menuntut kemampuan mengelola perubahan, menjaga kesinambungan kaderisasi, serta menginternalisasi nilai-nilai integritas di tengah disrupsi digital dan kompetisi global pendidikan tinggi.
Sementara itu, Wakil Dekan III FITK UIN Maliki menyoroti pentingnya kegiatan studi banding tak hanya memperkaya wawasan dan memperluas jaringan akademik mahasiswa, namun juga memberikan refleksi kritis atas pelaksanaannya. Ia menyatakan bahwa studi banding semacam ini tentu sangat bermanfaat sebagai media tukar pengalaman, tetapi harus diakui bahwa kegiatan serupa kadang kurang terdokumentasi dengan baik dan belum diikuti oleh riset kolaboratif yang berkelanjutan. Ia berharap ke depan terdapat sistem evaluasi pascakegiatan agar pembelajaran yang diperoleh dapat terukur dan ditransformasikan ke dalam program pengembangan prodi.
Dr. Ahmad Royani selaku Koorprodi MPI UIN KHAS Jember mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut. Menurutnya kelemahan utama perguruan tinggi Islam masih terletak pada kurangnya integrasi data dan kolaborasi penelitian antarkampus. Hal tersebut menjadi tantangan serius di era digitalisasi saat ini. Namun, ia optimistis apabila kedua fakultas mampu membangun budaya riset bersama, melaksanakan visiting lecture secara rutin, serta membuka pertukaran mahasiswa, maka kerja sama ini akan menjadi model kemitraan akademik yang kuat di lingkungan UIN se-Indonesia.
Ifan Rahmatullah, Ketua HMPS MPI UIN Maliki Malang, menyambut baik kehadiran rombongan UIN KHAS Jember dan menekankan bahwa kegiatan ini menjadi sarana bertukar ide serta memperkuat hubungan kelembagaan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai momentum reflektif bagi kedua belah pihak.
Sementara itu, Rajif Jundi Ar Rabbani selaku Ketua HMPS MPI UIN KHAS Jember menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata dalam membangun kerja sama yang produktif dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya membangun organisasi pembelajar yang tidak hanya bergerak karena program, tetapi juga karena nilai. Nilai kolaborasi, keberlanjutan, dan kepemimpinan beretika, menurutnya, harus menjadi napas dalam setiap langkah organisasi. Sinergi hari ini diharapkan menjadi pondasi bagi masa depan organisasi mahasiswa yang visioner dan berdaya saing.
Usai penandatanganan dokumen kerja sama, Koorprodi MPI UIN KHAS Jember berkesempatan memberikan kuliah tamu bertema “Kepemimpinan Inovatif dalam Manajemen Pendidikan Islam”.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antarmahasiswa dari kedua kampus yang membahas strategi penguatan organisasi kemahasiswaan dan inovasi pengelolaan Prodi MPI di era transformasi digital. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam berbagi pengalaman dan gagasan konstruktif.
Kegiatan ini diakhiri dengan pesan motivatif dari para pimpinan fakultas agar mahasiswa senantiasa menjadi agen perubahan dan pembelajar sepanjang hayat. Prof. Dr. Marno dalam penuturannya menyampaikan bahwa ilmu bukan hanya untuk dikuasai, tetapi juga untuk diamalkan, dan kolaborasi ini harus menjadi batu loncatan untuk melahirkan generasi pendidik serta pemimpin yang berintegritas, inovatif, dan siap menjawab tantangan zaman. Dengan berakhirnya kegiatan ini, kedua fakultas meneguhkan komitmen untuk terus berinovasi dan memperkuat jejaring akademik. Sinergi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kampus-kampus Islam lainnya dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan, produktif, dan bernilai strategis bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.
Penulis: A. Barocky Zaimina
Editor: Evi R. Dianita




