homescontents betvoy gaziantep escort görükle escort bursa escort bayan escort kayseri escort alanya istanbul escort grandpashabet https://kayserimod.com/
homescontents
ftik@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Prodi TBI UIN KHAS Jember Kupas Pentingnya Bahasa Layanan Pariwisata

Home >Berita >Prodi TBI UIN KHAS Jember Kupas Pentingnya Bahasa Layanan Pariwisata
Diposting : Jumat, 31 Oct 2025, 11:10:26 | Dilihat : 91 kali
Prodi TBI UIN KHAS Jember Kupas Pentingnya Bahasa Layanan Pariwisata


Melalui Seminar Nasional dengan tema "A Pragmatic Perspective on English Use in the Tourism Industry, Program Studi Tadris Bahasa Ingris (TBI) UIN KHAS Jember mengupas pentingnya Bahasa Layanan Pariwisata, dilaksanakan di Auditorium Perpustakaan pada Jum'at, 31 Oktober 2025. Seminar yang berlangsung mulai pukul 08.00 ini diikuti oleh mahasiswa, dosen internal dan external, praktisi pendidikan bahasa Inggris dan sejumlah praktisi desa wisata.

Seminar dibuka dengan sambutan koordinator Prodi TBI, Dewi Nurul Qomariyah, SS., M.Pd., yang menegaskan pentingnya penguasaan bahasa Inggris dalam konteks pendidikan dan kepariwisataan global, khususnya dalam menjunjung nilai kesantunan dan komunikasi lintas budaya. Dilanjutkan dengan sambutan Dekan FTIK, Dr. H. Abdul Mu'is, S,Ag., M.Si., yang menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan akademik ini yang telah memadukan kajian linguistik, pragmatik dan industri pariwisata.

Sebagai narasumber tunggal, Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A (IPB International Bali) memaparkan materi berjudul "Tourism Service Language: An English Pragmatic Approach." Dalam paparannya, Prof. Made menekankan bahwa bahasa layanan pariwisata merupakan bentuk penggunaan bahasa Inggris yang berorientasi pada kesantunan dan efektifitas komunikasi antara pelaku wisata dan wisatawan. Ia juga menjelaskan bahwa pendekatan pragmatik sangat relevan digunakan untuk menganalisis bahasa dalam industri pariwisata karena mencakup makna kontekstual, tindak tutur dan strategi kesantunan yang mencerminkan budaya lokal.

Sepengamatan Prof. Made, Kabupaten Jember memiliki potensi besar di bidang pariwisata yang perlu dikelola secara konsisten; mulai dari even tahunan, lanscape alam, budaya, hingga kuliner khas lokal. Potensi tersebut akan optimal apabila didukung oleh SDM yang dilatih hingga memahami konsep kepariwisataan secara utuh, termasuk aspek kebahasaannya. "Kemampuan bahasa yang baik dan kontekstual menjadi kunci untuk memperkuat daya saing pariwisata daerah Jember di kancah nasional maupun internasional." ungkapnya.

Narasumber juga berbagi pengalamannya bahwa penggunaan bahasa Inggris dalam dunia pariwisata di Bali terbagi menjadi dua katagori utama, yakni formal and polite English yang lazim digunakan di bandar udara, hotel dan restaurant internasional, dan informal and non-standard English yang biasa digunakan oleh pedagang, UMKM dan pelaku wisata lokal. Melalui perspektif pragmatik, ia menunjukan bagaimana pilihan bahasa dapat membentuk citra destinasi wisata sekaligus memperkuat kepuasan dan pengalaman wisatawan. (AL)

;