homescontents betvoy gaziantep escort görükle escort bursa escort bayan escort kayseri escort alanya istanbul escort grandpashabet https://kayserimod.com/ yabanci dizi izle
homescontents
ftik@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Pulang dari Thailand, 36 Mahasiswa Asjar FTIK Berbagi Pengalaman Menarik

Home >Berita >Pulang dari Thailand, 36 Mahasiswa Asjar FTIK Berbagi Pengalaman Menarik
Diposting : Kamis, 11 Sep 2025, 17:49:12 | Dilihat : 274 kali
Pulang dari Thailand, 36 Mahasiswa Asjar FTIK Berbagi Pengalaman Menarik


Media Center FTIK - Setelah sempat tertunda, kegiatan penyambutan mahasiswa peserta Asistensi Mengajar (Asjar) di Thailand akhirnya berlangsung. Pada hari Kamis, tanggal 11 September 2025, sejumlah 36 mahasiswa yang baru saja pulang dari Thailand hadir di Ruang Rapat Utama FTIK Lantai 2. Acara penyambutan berlangsung diawali dengan kegiatan workshop. Dalam acara ini turut hadir Kepala Pusat Layanan Kerja Sama dan International Office UIN KHAS Jember, Wakil Dekan 1 Bidang Akademik FTIK, Kepala Bagian Tata Usaha, Koordinator Prodi Pendidikan Agama Islam, dan Koordinator Prodi Tadris Bahasa Inggris.

As'ari, M.Pd.I, selaku Kepala Pusat Layanan Kerja Sama dan International Office UIN KHAS Jember, mengungkapkan bahwa kegiatan Asistensi Mengajar ke Thailand ini merupakan hal yang positif dan mampu memberikan experience luar biasa kepada mahasiswa. Di antaranya adalah melatih kemandirian, kepercayaan diri, dan mengasah keberanian mahasiswa untuk mencoba hal-hal baru. "Mungkin banyak pengalaman adik-adik mahasiswa merupakan sesuatu hal kecil dan terkesan sepele saat melakukan perjalanan ini. Namun itu menjadi sangat berarti karena di saat bersamaan mereka bertemu dengan orang baru, tempat baru, lingkungan baru, dan tantangan-tantangan baru. Ini merupakan benefit dari sisi pengembangan soft skills yang hanya bisa diberikan oleh kegiatan Asistensi Mengajar ke luar negeri", ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Dekan 1, Dr. Khotibul Umam, MA., menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak demi terlaksananya program ini, termasuk di antaranya Pusat Layanan Kerja Sama dan International Office. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi MBKM, sekaligus merealisasikan Dasacita Rektor yang ketujuh, yaitu Rekognisi Nasional dan Internasional bagi Dosen, Mahasiswa, dan Institusi. Ke depan, pihaknya berharap program ini bisa diikuti lebih banyak peserta. Bahkan Ia mengatakan bahwa ke depan peluang kerja sama luar negeri akan diperluas lagi, agar kegiatan Asjar bisa dilaksanakan di negara lainnya. Contohnya, Malaysia.

Ubaidillah, selaku ketua tim Asjar, menyapaikan terima kasih kepada seluruh pihak, utamanya FTIK atas dilaksanakannya Asjar tahun ini.Menurutnya, kegiatan Asjar telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun relasi internasional.

Salah satu peserta kegiatan Asjar dari Prodi PAI, Muhammad Agus Aerio Firmansyah, turut menyampaikan testimoninya. Ia membeberkan kisahnya selama mengikuti kegiatan Asjar Tahun 2025 di Thailand. Menurutnya banyak kesempatan yang diberikan kepada peserta Asjar untuk mengembangkan diri saat berada di Thailand.

"Selama di Thailand kami tinggal di Narathiwat. Di sana saya diberi tugas mengajar murid-murid 5 SD dan kelas 2 SMP. Sempat kesulitan beradaptasi dalam berkomunikasi, namun akhirnya kami pun bisa bergaul dengan masyarakat sekitar yang ramah-ramah. Ada banyak perbedaan kebudayaan yang kami temui, dan ini justru menjadi sesuatu yang berkesan. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan luar biasa ini. Kami harap kegiatan ini bisa terus terlaksana setiap tahunnya.". 

Salah satu hal menarik yang diungkapkannya adalah terkait bahasa yang digunakan. Di mana bahasa masyarakat sekitar adalah bahasa Melayu. Dan ternyata bahasa Melayu tersebut berbeda dengan bahasa Melayu Malaysia yang selama ini banyak dikenal orang Indonesia lewat serial animasi Upin-Ipin.

Sebagian peserta lainnya juga mengungkapkan, dua bulan berlalu tanpa terasa. Mereka berharap ke depan pelaksanaan Asistensi Mengajar bisa lebih lama. Karena kesempatan belajar budaya baru di luar negeri bukanlah pengalaman yang bisa didapatkan setiap hari.

Penulis: Evi R. Dianita
Editor: A. Barocky Zaimina
Foto: Puguh Setiawan

;