Sebanyak 50 Dosen FTIK Ikuti PKDP UIN KHAS Jember 2025: Wujud Komitmen Peningkatan Mutu SDM Berdaya Saing
Media Center FTIK - Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Hal ini ditandai dengan kepercayaan yang diberikan kepada kampus ini sebagai tuan rumah kegiatan In Service Course: Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) tahun 2025. Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi pada Senin, 21 Juli 2025, di Hotel Luminor Jember dan berlangsung selama enam hari, hingga 26 Juli 2025.
Dari total 377 pendaftar, 346 dinyatakan lulus seleksi dan dibagi ke dalam tiga Batch, dan masing-masing Batch terdiri atas tiga kelas. Jumlah keseluruhan 346 peserta meliputi para dosen dari 26 perguruan tinggi Islam negeri maupun swasta di wilayah Tapal Kuda, yakni Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Probolinggo. Sedangkan 50 orang di antaranya merupakan Dosen tetap pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember—baik yang berstatus ASN (PNS/PPPK) maupun DTBASN.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN KHAS Jember, Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UIN KHAS Jember sebagai tuan rumah kegiatan berskala regional ini. Ia menilai PKDP sebagai langkah strategis untuk membangun fondasi keilmuan dan karakter profesional dosen-dosen muda di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. “PKDP ini adalah ruang strategis untuk menguatkan komitmen akademik dan integritas keilmuan dosen pemula. Di sinilah dosen-dosen muda kita ditempa untuk menjadi tenaga pendidik yang adaptif, inovatif, dan siap menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa para peserta PKDP, khususnya dosen-dosen FTIK UIN KHAS Jember, memiliki tanggung jawab besar untuk menerjemahkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh ke dalam kinerja akademik yang nyata. “Saya berharap para dosen yang telah mengikuti PKDP mampu menginternalisasi nilai-nilai profesionalisme dan menjadikannya sebagai standar etik dalam melaksanakan tridharma. Tantangan ke depan bukan hanya soal penguasaan teknologi atau metode pembelajaran, tetapi juga tentang komitmen terhadap mutu, etos kolaborasi, dan kemampuan menulis serta meneliti secara konsisten. Pasca PKDP, kewajiban moral dosen adalah menerjemahkan ilmu yang diperoleh ke dalam praktik akademik yang berdampak: menulis artikel ilmiah bereputasi, melibatkan diri dalam riset kolaboratif, serta menciptakan suasana pembelajaran yang kontekstual dan transformatif,” tegasnya.
Senada, Wakil Dekan I FTIK UIN KHAS Jember, Dr. H. Khotibul Umam, M.Pd.I., turut menyampaikan bahwa program PKDP tidak hanya penting dari sisi peningkatan kompetensi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi para dosen muda untuk mengukur kesiapan menghadapi tantangan akademik secara holistik. “Kami sangat mengapresiasi partisipasi 49 dosen FTIK UIN KHAS Jember dalam kegiatan ini. Mereka bukan hanya peserta, tetapi juga representasi dari harapan lembaga dalam menumbuhkan budaya akademik yang unggul. Tentu, ada tantangan dalam hal adaptasi teknologi, pengembangan riset, dan penguatan kolaborasi, tetapi di saat yang sama, peluang terbuka lebar untuk berkembang secara profesional,” jelasnya.
Ia juga memberikan penekanan bahwa para dosen pasca mengikuti PKDP harus mampu menjawab kebutuhan akademik dengan performa yang lebih baik. “Pasca PKDP, semangat tidak boleh padam. Justru inilah awal dari tanggung jawab akademik yang lebih luas. Dosen-dosen muda harus tampil sebagai pelopor pembaruan, bukan hanya dalam pengajaran, tetapi juga dalam riset, publikasi, dan pengabdian yang bermakna,” tutupnya.
Kegiatan PKDP 2025 ini diharapkan menjadi titik tolak bagi dosen pemula untuk terus belajar, bertumbuh, dan berkontribusi nyata dalam kemajuan institusi masing-masing. Bagi UIN KHAS Jember, kepercayaan sebagai tuan rumah ini merupakan bentuk pengakuan atas kapasitas akademik, kelembagaan, dan organisasionalnya dalam mengawal transformasi pendidikan tinggi Islam di kawasan timur Jawa. Dengan semangat kolaborasi dan integritas ilmiah, FTIK UIN KHAS Jember terus berkomitmen membina generasi dosen muda yang unggul, berintegritas, dan siap berdaya saing nasional maupun global.
PKDP merupakan program unggulan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas profesional dosen pemula agar mampu menjalankan tridharma perguruan tinggi secara efektif dan berorientasi mutu. Sebagai penyelenggara, UIN KHAS Jember tidak hanya memfasilitasi pelaksanaan teknis kegiatan, tetapi juga mengambil peran aktif dalam membina dosen pemula dari berbagai daerah dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis mutu.
Penulis : A. Barocky Z.
Editor: Evi R. Dianita




