homescontents betvoy gaziantep escort görükle escort bursa escort bayan escort kayseri escort alanya istanbul escort grandpashabet https://kayserimod.com/ yabanci dizi izle
homescontents
ftik@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Selenggarakan Yudisium ke-37, FTIK UIN KHAS Jember Luluskan 541 Calon Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Home >Berita >Selenggarakan Yudisium ke-37, FTIK UIN KHAS Jember Luluskan 541 Calon Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Diposting : Selasa, 15 Jul 2025, 09:18:46 | Dilihat : 1065 kali
Selenggarakan Yudisium ke-37, FTIK UIN KHAS Jember Luluskan 541 Calon Pendidik dan Tenaga Kependidikan


Media Center FTIK - Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember kembali menyelenggarakan Yudisium Ke-XXXVII Tahun Akademik 2024/2025 bagi lulusan program sarjana (S1). Acara yudisium ini berlangsung pada Hari Selasa, Tanggal 15 Juli 2025, bertempat di Nirwana Hall Hotel Bandung Permai Jember, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dan diikuti sebanyak 541 mahasiswa dari sepuluh program studi di FTIK.

Berdasarkan laporan akademik Yudisium XXXVII, sebaran lulusan berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan jumlah 112 orang, Pendidikan Bahasa Arab (PBA) sebanyak 51 orang, Manajemen Pendidikan Islam (MPI) sebanyak 74 orang, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebanyak 64 orang, Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) sebanyak 28 orang, Tadris Bahasa Inggris (TBI) sebanyak 69 orang, Pendidikan Matematika (MTK) sebanyak 43 orang, Pendidikan Biologi (BIO) sebanyak 39 orang, Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebanyak 35 orang, dan Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebanyak 26 orang. 

Acara dibuka oleh Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni Zein, S.Ag., M.M., CPEM.. Dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya membekali diri dengan Triple Ex, yakni Experience, Experiment, dan Expectation. Experience adalah akumulasi pembelajaran yang diperoleh selama menempuh studi, baik di dalam maupun di luar kelas. Ia menegaskan bahwa setiap pengalaman sukses ataupun gagal adalah guru terbaik yang harus direnungkan dan dimaknai sebagai pondasi langkah selanjutnya. Experiment menjadi bentuk keberanian lulusan dalam mencoba hal-hal baru, menjelajah peluang, serta berinovasi di berbagai sektor kehidupan. Lulusan FTIK, menurutnya, harus berani menjadi pelaku perubahan dan tidak terjebak dalam zona nyaman. Sedangkan Expectation adalah visi besar yang harus dibangun dan dikejar secara konsisten. Ekspektasi bukan sekadar mimpi, tapi target konkret yang mendorong setiap lulusan untuk terus bergerak maju dengan arah yang jelas dan terukur.

Lebih lanjut, Rektor mengajak seluruh lulusan FTIK untuk menginternalisasi filosofi GOAL, yang terdiri atas: Gigih, Optimalkan Potensi, dan Alokasikan Waktu. Pertama, Gigih berarti pantang menyerah, terus belajar dari kegagalan, serta tetap berjalan meskipun tantangan datang silih berganti. Dalam dunia nyata tak semua hal berjalan sesuai rencana, namun kegigihan adalah kunci agar tetap teguh dalam perjuangan. Kedua, Optimalkan Potensi, yakni kemampuan mengenali kelebihan diri sendiri dan mengasahnya menjadi kompetensi unggul. Rektor menekankan bahwa setiap lulusan FTIK pasti memiliki keunikan. Oleh karena itu, tugas selanjutnya adalah mengasah potensi tersebut hingga menjadi kekuatan yang berdampak nyata. Ketiga, Alokasikan Waktu, karena waktu adalah sumber daya yang paling berharga. “Bijak mengatur waktu akan menentukan kualitas hidup dan kontribusi Saudara terhadap masyarakat. Jangan menunda untuk berbuat baik, untuk bekerja keras, dan untuk memberi manfaat,” tuturnya. Dengan prinsip Triple Ex dan GOAL, Rektor berharap para lulusan FTIK mampu menjadi intelektual transformatif yang adaptif di berbagai medan pengabdian. 

Senada dengan hal tersebut, Dekan FTIK, Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa yudisium kali ini mengusung semangat “Satu Komitmen Keilmuan dan Pengabdian”. Lulusan tidak hanya membawa capaian akademik, tetapi juga membawa misi keilmuan dan sosial sebagai wujud kontribusi nyata kepada masyarakat. Nilai-nilai akademik, spiritual, dan integritas menjadi landasan kuat dalam menghadapi dunia yang penuh tantangan global, seperti disrupsi teknologi, krisis moralitas, serta ketimpangan akses pendidikan dan sosial. Menurutnya, tantangan-tantangan itu adalah peluang yang dapat diubah menjadi ladang amal dan inovasi. “Ilmu yang kalian miliki harus menjadi jalan pengabdian dan pemberdayaan. Tetap rendah hati, terus belajar, dan jadilah solusi di tengah masyarakat,”, “tirulah semut, yang setiap membangun koloni baru selalu berhasil”, tegas beliau memberi motivasi.

Sebagai bentuk apresiasi, FTIK menetapkan dua lulusan terbaik berdasarkan Keputusan Dekan FTIK Nomor 73 Tahun 2025. Penghargaan IPK Tertinggi diberikan kepada Siti Halimatus Sa’diyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Gadis kelahiran Jember tanggal 23 November 2002 itu berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 9 bulan 19 hari, dengan IPK 3,90.

Sementara itu, penghargaan untuk Masa Studi Tercepat diraih oleh Fero Ghifar Nafidz, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Mahasiswa kelahiran Ponorogo pada 21 Juli 2002 tersebut menyelesaikan masa studi hanya dalam waktu 3 tahun 6 bulan 14 hari dengan IPK 3,82. 

 

Penulis: A. Barocky Zaimina

Editor: Evi R. Dianita/Rofiq Hidayat

;