homescontents betvoy gaziantep escort görükle escort bursa escort bayan escort kayseri escort alanya istanbul escort grandpashabet https://kayserimod.com/ yabanci dizi izle
homescontents
ftik@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Siapkan Pesantren di Era Modern, FTIK UIN KHAS Jember Gelar Forum Strategis "NGOPI Santri Digital"

Home >Berita >Siapkan Pesantren di Era Modern, FTIK UIN KHAS Jember Gelar Forum Strategis "NGOPI Santri Digital"
Diposting : Kamis, 23 Oct 2025, 15:13:44 | Dilihat : 199 kali
Siapkan Pesantren di Era Modern, FTIK UIN KHAS Jember Gelar Forum Strategis "NGOPI Santri Digital"


Media Center FTIK - Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember kembali menggelar forum Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) Pesantren dan Santri Digital bertema “Kolaborasi Ilmu, Teknologi, dan Akhlak”. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 21 Oktober 2025, di Hotel Kokoon Banyuwangi ini diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri atas kiai, ustadz, ustadzah, dan santri se-Kabupaten Banyuwangi. Forum ini menjadi ruang strategis bagi FTIK UIN KHAS Jember untuk memperkuat literasi digital sekaligus meneguhkan nilai akhlaq sebagai fondasi utama pendidikan Islam di era modern.

Acara diawali dengan pembacaan Surah al-Fatihah sebagai bentuk doa pembuka dan simbol pengharapan keberkahan kegiatan. Selanjutnya, Dr. H. Mohammad Jali, M.Pd., menyampaikan sambutan pembuka yang menekankan pentingnya kesiapan pesantren dalam menghadapi era digital. “Pesantren tidak boleh tertinggal dan hanya menjadi penonton perubahan. Digitalisasi bukan ancaman, melainkan peluang besar untuk memperluas dakwah dan memperkuat sistem pendidikan Islam yang unggul dan berkarakter,” tegasnya. Ia menekankan bahwa pesantren memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pionir inovasi pendidikan berbasis teknologi tanpa kehilangan ruh spiritualitasnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan FTIK UIN KHAS Jember, Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si., yang sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya keseimbangan antara penguasaan teknologi dan penguatan karakter. “Kita tidak hanya mengejar kemajuan teknologi, tetapi harus memastikan teknologi berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan dan akhlaq Islam. Pendidikan Islam harus menjadi pemandu arah peradaban digital, bukan sekadar pengikutnya,” ujarnya. Dr. Mu’is juga menegaskan bahwa kegiatan NGOPI menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara kampus, pesantren, dan masyarakat dalam membangun pendidikan Islam yang tangguh, inovatif, dan beradab.

Kegiatan pembukaan diakhiri dengan pembacaan doa bersama sebagai penutup sesi seremonial, dipimpin dengan khidmat oleh salah satu tokoh ulama Banyuwangi. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama antara Dekan FTIK UIN KHAS Jember, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Anggota DPR RI Komisi VIII, para narasumber, serta seluruh peserta seminar. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan komitmen kolaboratif dalam membangun sinergi pendidikan Islam di era digital.

Kegiatan NGOPI bertema Pesantren dan Santri Digital ini merupakan bagian dari rangkaian program berkelanjutan yang secara konsisten dilaksanakan oleh FTIK UIN KHAS Jember sebagai bentuk pendampingan terhadap pesantren dan santri, khususnya di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara FTIK UIN KHAS Jember, DPR RI Komisi VIII, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang memiliki fokus pada penguatan pendidikan Islam di Indonesia. Melalui kerja sama ini, seluruh lembaga berkomitmen mempercepat proses digitalisasi pesantren dengan tetap menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, produktif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Sinergi lintas kelembagaan ini menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan akar nilai spiritual.

Dalam sesi seminar utama bertema “Kolaborasi Ilmu, Teknologi, dan Akhlak”, hadir dua narasumber nasional. Pemateri pertama, Ibu Ina Ammania, Anggota DPR RI Komisi VIII, menyampaikan materi bertajuk “Digitalisasi Pesantren dan Penguatan Kebijakan Pendidikan Islam”. Ia menegaskan bahwa DPR RI Komisi VIII berkomitmen penuh mendukung transformasi digital pesantren sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia unggul. “Pesantren adalah benteng moral bangsa. Karena itu, kami di Komisi VIII siap mengawal, mendampingi, dan memberikan bantuan nyata dalam percepatan digitalisasi pesantren yang positif, adaptif, dan strategis,” tegasnya. Ina juga menambahkan bahwa DPR RI Komisi VIII siap menjadi mitra aktif dalam memperluas akses digitalisasi pesantren agar transformasi ini berjalan inklusif dan berkelanjutan. “Digitalisasi harus menjadi sarana dakwah dan pemberdayaan santri, bukan sekadar tren teknologi. Kami ingin pesantren menjadi pelopor kemajuan digital yang tetap berakar pada nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Pemateri kedua, Ayung Notonegoro, sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi dan Ketua Komunitas Pegon Kabupaten Banyuwangi. , memperkaya diskusi dengan perspektif moral dan akademik. Ia menyoroti tantangan akhlaq di tengah derasnya arus informasi dan pergeseran nilai. “Santri harus menjadi pengendali teknologi, bukan dikendalikan olehnya. Dunia digital harus menjadi ruang dakwah produktif, bukan ruang kehilangan nilai,” tegasnya. Menurutnya, kolaborasi antara ilmu dan teknologi hanya akan bermakna jika disertai dengan akhlaq dan tanggung jawab moral. Ia juga menegaskan komitmen MUI Banyuwangi untuk terus mengawal moralitas digital melalui edukasi dan pembinaan yang berkelanjutan.

Forum NGOPI kali ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain pembentukan komunitas santri digital, penguatan jaringan pesantren berbasis teknologi, dan pelatihan literasi digital yang mendukung dakwah dan pendidikan Islam. Para peserta sepakat bahwa masa depan pendidikan Islam harus dibangun melalui sinergi antara inovasi teknologi, kebijakan publik, dan nilai spiritual yang kokoh.

Menutup kegiatan, Dr. Abdul Mu’is menegaskan kembali komitmen FTIK UIN KHAS Jember dalam mendorong transformasi pendidikan Islam berbasis kolaborasi. “Pesantren adalah jantung peradaban Islam. Melalui ilmu, teknologi, dan akhlaq, kita tidak hanya beradaptasi terhadap zaman, tetapi juga memimpinnya,” tegasnya. FTIK UIN KHAS Jember bertekad menjadikan NGOPI sebagai forum rutin dan strategis untuk memperkuat posisi pesantren dan santri dalam menghadapi tantangan global secara adaptif, solutif, dan berkeadaban.

Penulis: A. Barocky Zaimina
Editor: Evi R. Dianita

;