Sinergi FTIK UIN KHAS Jember, DPR RI, dan Kemenag Bondowoso Kawal Karakter Madrasah dan Pesantren
Media Center FTIK - Forum diskusi bertajuk Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam) kembali digelar dengan penuh antusiasme. Kegiatan yang merupakan rangkaian lanjutan dari seri Ngopi-Ngopi sebelumnya itu diselenggarakan di Hotel Ijen View Bondowoso pada tanggal 28 Oktober 2025, dengan mengusung tema “Peningkatan Kualitas Pendidikan Karakter Peserta Didik di Lembaga Pendidikan Islam: Pesantren dan Madrasah dalam Menghadapi Digitalisasi.” Acara ini diinisiasi oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN KHAS Jember dan dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai unsur, mulai dari kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, pengawas madrasah, hingga para guru. Kehadiran tokoh-tokoh nasional dan daerah turut memperkuat nilai strategis kegiatan ini, di antaranya Ibu Ina Ammania (Anggota Komisi VIII DPR RI), Dr. H. Moh Ali Masyhur, S.Ag., M.S.I (Kepala Kantor Kemenag Bondowoso), Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si (Dekan FTIK UIN KHAS Jember), H. Tofan Hidayat, M.Pd.I (Kasi Madrasah Kemenag Bondowoso), dan Dr. Arini Sakdiyah, M.Pd (narasumber tamu).
Acara dibuka dengan pembacaan surat Al-Fatihah sebagai simbol permohonan keberkahan dan kelancaran kegiatan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathan sebagai wujud nyata semangat nasionalisme dan religiusitas. Dalam sambutannya, Dr. H. Moh Ali Masyhur, S.Ag., M.S.I menyampaikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif FTIK UIN KHAS Jember. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi para pendidik untuk memperkuat visi pendidikan karakter di tengah derasnya arus digitalisasi. Ia menegaskan bahwa digitalisasi tidak boleh meminggirkan nilai-nilai moral dan spiritual, melainkan harus menjadi sarana untuk memperkuat akhlak peserta didik. “Digitalisasi tidak boleh meminggirkan nilai-nilai moral dan spiritual. Justru di sinilah peran guru dan lembaga pendidikan Islam untuk memastikan peserta didik tumbuh menjadi insan berkarakter, beradab, dan berakhlakul karimah,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FTIK UIN KHAS Jember, Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si dalam sambutannya menegaskan bahwa forum Ngopi ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara FTIK UIN KHAS Jember, Direktorat KSKK Kemenag RI, dan Komisi VIII DPR RI. Ia menyebut bahwa peningkatan karakter peserta didik adalah agenda prioritas nasional yang membutuhkan sinergi kokoh antara kebijakan, implementasi, dan dukungan regulasi. “Peningkatan karakter peserta didik adalah agenda prioritas nasional. Ia membutuhkan sinergi yang kokoh antara kebijakan, implementasi, dan dukungan regulasi. Pendidikan Islam hari ini dituntut tidak hanya adaptif terhadap perubahan zaman, tetapi juga proaktif dalam membentuk arah masa depan bangsa,” tegasnya. Lebih lanjut, Dr. Mu’is menyoroti tantangan lembaga pendidikan Islam yang kini harus berhadapan dengan derasnya informasi digital, disrupsi nilai, serta perubahan pola interaksi sosial peserta didik. Menurutnya, di balik tantangan tersebut tersimpan peluang besar bagi madrasah dan pesantren untuk menjadi pusat lahirnya generasi beradab digital (digital civility generation). Ia juga menekankan bahwa arah kebijakan pendidikan Islam ke depan harus menitikberatkan pada penguatan kapasitas guru, transformasi kurikulum berbasis karakter, serta revitalisasi peran pesantren dan madrasah sebagai pusat pembinaan moral bangsa.
Pada sesi seminar utama, Anggota Komisi VIII DPR RI, Ibu Ina Ammania, menjelaskan tugas dan fungsi legislatif dalam memperkuat lembaga pendidikan Islam. Ia menegaskan komitmen Komisi VIII DPR RI untuk terus memperjuangkan penganggaran, peraturan, dan advokasi kebijakan yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan keagamaan. Menurutnya, digitalisasi harus dipandang sebagai peluang untuk memperluas akses, meningkatkan transparansi, dan memperkuat karakter bangsa. “Kami berkomitmen untuk memastikan agar lembaga pendidikan Islam tidak tertinggal dalam era digital. Digitalisasi harus kita pandang sebagai peluang untuk memperluas akses, meningkatkan transparansi, dan memperkuat karakter bangsa. DPR akan terus mendorong program-program yang mendukung guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik madrasah,” ujarnya dengan tegas.
Narasumber tamu, Dr. Arini Sakdiyah, M.Pd, dalam materinya menyoroti fenomena transformasi sosial yang kian cepat dan kompleks. Ia menilai bahwa di tengah arus moral global yang semakin deras, madrasah dan pesantren harus menjadi benteng terakhir akhlak generasi muda. “Madrasah bukan sekadar tempat mencetak insan cerdas, tapi juga insan beradab, berintegritas, dan berjiwa Pancasila. Ketika dunia digital menghadirkan kebebasan tanpa batas, lembaga pendidikan Islam harus menanamkan kesadaran nilai yang menuntun arah kebebasan itu,” ungkapnya. Ia juga menyoroti beberapa kasus nyata di lapangan, seperti meningkatnya fenomena perilaku tidak sopan di ruang digital, lemahnya literasi moral di media sosial, dan menurunnya sensitivitas sosial di kalangan pelajar. Menurutnya, lembaga pendidikan Islam harus menyiapkan ekosistem pendidikan yang kolaboratif dengan melibatkan guru, orang tua, pengasuh pesantren, serta masyarakat dalam menanamkan nilai karakter. Pendekatan yang bisa dilakukan antara lain memperkuat pembiasaan nilai (habit formation), mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum, serta memanfaatkan media digital untuk dakwah dan edukasi karakter secara kreatif dan berkelanjutan.
Kegiatan Ngopi diakhiri dengan pembacaan doa oleh H. Tofan Hidayat, M.Pd.I (Kasi Madrasah Kemenag Bondowoso) serta sesi foto bersama yang penuh kehangatan. Salah satu peserta, Nurul Aini, guru madrasah asal Tamanan, mengungkapkan kesan positifnya terhadap acara ini. “Acara ini membuka wawasan kami bahwa pendidikan karakter tidak boleh berhenti di ruang kelas. Kami harus hadir di ruang digital anak-anak didik kami dengan cara yang bijak dan mendidik,” ujarnya. Dengan semangat kolaborasi dan visi kebangsaan, forum Ngopi kali ini bukan hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga langkah nyata menuju transformasi pendidikan Islam yang berkarakter, berintegritas, dan berdaya saing di era digital.
Penulis: A. Barocky Zaimina
Editor: Evi R. Dianita




