Mahasiswa Tadris Biologi UIN KHAS Jember Eksplorasi Biodiversitas di Hutan Pendidikan P-WEC Malang
Media Center FTIK - Sebanyak 14 mahasiswa Program Studi Tadris Biologi UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember mengikuti kegiatan Eksplorasi Biodiversitas 2 yang diselenggarakan di Hutan Pendidikan P-WEC (Petungsewu Wildlife Education Center), Malang, pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 13.00 WIB ini bertujuan untuk memberikan pengalaman lapangan secara kontekstual bagi mahasiswa dalam mempelajari keanekaragaman hayati dan upaya konservasi flora serta fauna.
Identifikasi Pohon Langka dan Pengamatan Burung
Didampingi oleh tim edukator dan praktisi konservasi dari P-WEC, yakni Ibu Made, Mas Bachtiar, dan Mas Erik, para peserta diajak mengenal ekosistem hutan sebagai habitat alami berbagai spesies. Dalam sesi pengenalan flora, mahasiswa berkesempatan melihat langsung berbagai pohon langka dan endemik, seperti Pohon Ulin (endemik Kalimantan), Damar, Kayu Manis, Randu, Beringin Walik, Durian, hingga Pohon Kesemek.
Selain flora, kegiatan dilanjutkan dengan bird watching atau pengamatan burung. Dalam pengamatan ini, peserta berhasil mengidentifikasi berbagai jenis burung, di antaranya: Burung Walet Linci, Layang-layang Api dan Layang-layang Rumah, Cabe Jawa, Wiwik Uncuing, Cucak Kutilang, Cekakak, dan Elang Brontok.
Praktik Pembibitan Pohon dengan Media Tanam Organik
Tidak hanya melakukan observasi, para mahasiswa juga mendapatkan pembekalan teknis mengenai konservasi melalui praktik pembibitan pohon. Dibagi ke dalam tiga kelompok kecil, peserta belajar mengenai komposisi media tanam yang ideal untuk pertumbuhan bibit.
Narasumber menjelaskan bahwa komposisi media tanam yang efektif adalah perbandingan 2:1:1 antara tanah, sekam bakar, dan kohe (kotoran hewan). Praktik langsung ini diharapkan dapat melatih ketelitian dan kesabaran mahasiswa dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan kondusif. Para mahasiswa tampak antusias dalam sesi diskusi reflektif untuk membahas temuan-temuan di lapangan. Belajar langsung di alam terbuka memberikan wawasan baru yang melengkapi teori-teori yang didapatkan di bangku perkuliahan.
Koordinator Program Studi Tadris Biologi, Dr. Wiwin Maisyaroh, M.Si., memberikan apresiasi positif atas inisiatif pembelajaran luar kelas ini. Dalam tanggapannya, beliau menekankan pentingnya sinkronisasi antara teori akademis dan realitas ekosistem di lapangan.
"Kegiatan eksplorasi ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang kontekstual. Kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai teori biologi di dalam kelas, tetapi juga memiliki ketajaman observasi dan kepekaan terhadap isu-isu konservasi di alam terbuka," ungkapnya.
Beliau juga menambahkan, "Melalui praktik langsung seperti pembibitan pohon dengan media organik, mahasiswa dapat memahami peran nyata mereka dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Kami berharap pengalaman ini mampu memupuk tanggung jawab ekologis yang kuat pada setiap mahasiswa."
Dampak positif dari Eksplorasi Biodiversitas 2 ini adalah tumbuhnya kesadaran konservasi dan tanggung jawab ekologis, khususnya di kalangan generasi muda (Gen Z). Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan akademik dan penelitian di bidang biologi.
Pihak penyelenggara berharap kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga konservasi seperti P-WEC dapat terus berlanjut secara berkesinambungan demi menjaga kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati di masa depan.
Kontributor: Wiwin Maisyaroh
Editor: Evi R. Dianita



