homescontents görükle escort bursa escort bayan escort alanya Проститутки Бишкек yabanci dizi izle gaziantep escort gaziantep escort ataşehir escort erotik film izle Проститутки Бишкек bodrum escort film seyret escort adıyaman escort afyon escort agrı escort aksaray escort amasya escort antalya escort ardahan escort artvin escort balıkesir escort bartın escort batman escort bayburt escort bilecik escort bingöl escort bitlis escort bolu escort burdur escort çanakkale escort çankırı escort çoeum escort denizli escort diyarbakır escort düzce escort edirne escort elazıg escort erzincan escort erzurum escort eskişehir escort gaziantep escort giresun escort gümüşhane escort hatay escort igdir escort ısparta escort izmir escort kahramanmaraş escort karabük escort karaman escort kars escort kastamonu escort kayseri escort kıbrıs escort kırklareli escort kırşehir escort kilis escort kocaeli escort konya escort kütahya escort malatya escort manisa escort mardin escort mersin escort mugla escort nevşehir escort nigde escort ordu escort osmaniye escort rize escort sakarya escort
homescontents
ftik@uinkhas.ac.id (0331) 487550

Tutup Rakerpim FTIK 2024, Rektor UIN KHAS Jember Singgung Peningkatan Pelayanan Prima

Home >Berita >Tutup Rakerpim FTIK 2024, Rektor UIN KHAS Jember Singgung Peningkatan Pelayanan Prima
Diposting : Selasa, 07 May 2024, 20:32:06 | Dilihat : 441 kali
Tutup Rakerpim FTIK 2024, Rektor UIN KHAS Jember Singgung Peningkatan Pelayanan Prima


Media Center - Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN KHAS Jember Tahun 2024 telah resmi ditutup. Acara penutupan berlangsung di ruang Aula Hotel Wisda Rengganis Situbondo diikuti oleh pimpinan Dekanat FTIK dan seluruh undangan. Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni, turut hadir memberikan sambutannya sekaligus menutup kegiatan.

Acara penutupan diawali dengan laporan hasil Rakerpim oleh Dekan FTIK, Abdul Mu'is. Dalam pemaparannya ia menyebut ada 17 kegiatan prioritas di Tahun 2024. Ada juga beberapa kegiatan yang diusulkan untuk direvisi karena tidak sesuai dengan kebutuhan FTIK. Ditargetkan paling lambat pada Bulan November 2024 seluruh kegiatan sudah tuntas. Karena itu ia berharap semua unsur yang ada di FTIK berkomitmen melaksanakan program yang sudah direncanakan.

"Di antara program kami salah satunya peningkatan prestasi mahasiswa. Ini penting agar adik-adik mahasiswa tidak hanya aktif di organisasi kemahasiswaan tetapi juga memacu prestasi akademik dan non-akademiknya. Tahun ini kami berencana memberikan dana apresiasi kepada 25 orang mahasiswa FTIK yang paling berprestasi. Selain itu, kami juga mendorong dosen dan mahasiswa untuk lebih aktif berkiprah di kancah internasional. Tingkatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam riset dan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, program Asistensi Mengajar akan lebih ditingkatkan lagi dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Untuk itu, kami menyiapkan langkah peningkatan kerja sama internasional", jelasnya.

Abdul Mu'is menghimbau seluruh pengelola agar tidak cepat berpuas diri dengan capaian akreditasi Unggul. Karena Unggul yang sesungguhnya tidak hanya tertulis di atas sertifikat/piagam, tapi tercermin dalam keseharian. Ia juga mengapresiasi keseriusan dan kekompakan seluruh tim yang ada di FTIK. Tugas selanjutnya adalah terus melakukan evaluasi dan perbaikan terus-menerus untuk mewujudkan FTIK yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni, dalam sambutannya mengingatkan seluruh yang hadir bahwa Rakerpim di tingkat Fakultas sejatinya merupakan kelanjutan dari Rakerpim di tingkat Universitas. Oleh karenanya jangan sampai pembahasannya terlepas dari Dasacita Universitas. Gali kembali, adakah reperesentasi Dasacita Rektor di dalam program-program yang dirumuskan. Tentu perlu program prioritas, karena tidak semuanya bisa diraih dalam waktu dekat sekaligus.

Prof. Hepni juga menyinggung soal pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan.

"FTIK sebagai fakultas yang tertua dan paling besar, memiliki banyak aset sumber daya manusia. Karena itu, hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana menerapkan pelayanan prima. Ubah mindset kita, dari yang sebelumnya cenderung dilayani menjadi melayani. Modal yang dibutuhkan tidak cukup hanya pintar saja, tetapi lebih kepada soft skill, yaitu kecerdasan sosial dan emosional."

Ia juga mendorong para tenaga kependidikan terus meningkatkan kompetensi yang dimilikinya. Aktif mengikuti berbagai pelatihan terkait soft skill, seperti profesionalisme dan pelayanan. Latih terus skill berkomunikasi. Bila perlu, didorong agar tenaga kependidikan menempuh pendidikan lanjut, agar kualitas pelayanan mengalami peningkatan.

(Evi R. Dianita/ Rofiq Hidayat)

;