Umum

Dorong Generasi PTKI Unggul dan Berkarakter, FTIK UIN KHAS Jember Bersama Komisi VIII DPR RI Gelar NGOPI di Banyuwangi

23 Sep 2026
Oleh: Admin Evi
95 Tayangan
Dorong Generasi PTKI Unggul dan Berkarakter, FTIK UIN KHAS Jember Bersama Komisi VIII DPR RI Gelar NGOPI di Banyuwangi

Media Center FTIK - Penguatan mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dituntut tidak hanya berfokus pada keunggulan akademik, tetapi juga berimbang dengan pembentukan karakter yang kokoh berbasis tradisi kepesantrenan, berwawasan global, serta adaptif terhadap tuntutan zaman. Semangat ini menjadi spirit utama dilaksanakannya kegiatan NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) bertema “Membentuk Generasi Perguruan Tinggi Keislaman (PTKI) Unggul: Berkarakter Pesantren, Berwawasan Global, dan Responsif terhadap Zaman” yang berlangsung di Hotel Aston Banyuwangi pada Senin, 21 September 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 250 peserta dari kalangan mahasiswa dan akademisi perguruan tinggi umum maupun PTKI se-Kabupaten Banyuwangi ini merupakan program kemitraan strategis antara Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, bersama Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember yang dipimpin oleh Dekan Prof. Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan penuh khidmat, ditandai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars Yalal Wathon, sebagai simbol perpaduan antara spirit kebangsaan, nilai keislaman, serta tanggung jawab pendidikan masa depan.

Mengintegrasikan Tradisi Pesantren dan Modernitas

Dekan FTIK UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi menegaskan bahwa perguruan tinggi Islam saat ini berada di tengah pergeseran zaman yang sangat cepat. Menurutnya, tantangan utama PTKI bukan memilih antara mempertahankan tradisi atau memeluk modernitas, melainkan memadukan keduanya secara produktif.

"Tradisi pesantren harus tetap menjadi basis pembentukan akhlak, kedalaman spiritual, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial. Namun di saat yang sama, mahasiswa wajib dibekali literasi digital, kemampuan berpikir kritis, wawasan global, dan keberanian beradaptasi. Karakter pesantren bukanlah pembatas dalam ruang lokal, melainkan fondasi etik saat melangkah ke panggung nasional dan global," tegas Prof. Abdul Mu'is.

Sinergi kebijakan nasional juga diperkuat oleh kemitraan bersama Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jatim III, Ina Ammania. Kemitraan ini sejalan dengan agenda penguatan pesantren, pemerataan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, hingga digitalisasi layanan pendidikan keagamaan. Kehadiran ruang kolaborasi ini memperpendek jarak antara kebijakan publik nasional dengan kebutuhan riil civitas akademika di daerah.

Materi Akademik: Dialog Tradisi, Modernitas, dan Tata Kelola

Sesi dialog akademik menghadirkan dua narasumber berkompeten yang mengupas tuntas penguatan kapasitas mahasiswa dan tata kelola PTKI:

Sesi I: Mempertemukan Tradisi Pesantren dengan Tantangan Global Dipaparkan oleh Dr. Haya, S.H.I., M.Pd.I. (Rektor UNISMAR dan UBI Banyuwangi). Berbekal latar belakang pendidikan doktoral serta pengalaman nyantri di berbagai pesantren besar—seperti Pesantren Assalam Jangkong, Nurul Jadid, dan Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo—ia menekankan bahwa habitus pesantren (kedisiplinan, keteladanan, dan penghormatan ilmu) adalah modal sosial dan etik yang sangat relevan untuk memfilter arus informasi dan perkembangan teknologi tanpa kehilangan identitas.

Sesi II: Pendidikan Islam yang Adaptif, Inovatif, dan Responsif Disampaikan oleh Dr. H. Moh. Harun Al Rosid, M.Pd.I. (Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam). Beliau soroti pentingnya tata kelola pendidikan Islam yang responsif terhadap perubahan. Perguruan tinggi dituntut menghadirkan ekosistem pembelajaran berorientasi masa depan, di mana mahasiswa tidak hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi subjek aktif yang kritis, kreatif, dan menguasai kecakapan digital.

Seluruh rangkaian forum NGOPI ditutup dengan pembacaan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh narasumber, jumlah pimpinan FTIK UIN KHAS Jember, panitia, serta para peserta. Forum ini menjadi penanda kuatnya komitmen FTIK UIN KHAS Jember untuk terus memperluas jejaring kolaborasi lintas sektor demi menghadirkan pendidikan keagamaan Islam yang inklusif, unggul, dan berdaya saing global.


(Tim Data dan Informasi)

Bagikan: