Umum

Microleading UIN KHAS Jember Jadi Rujukan, Koorprodi MPI Berbagi Praktik Pengelolaan di UIN Saizu Purwokerto

23 Oct 2026
Oleh: Admin Evi
121 Tayangan
Microleading UIN KHAS Jember Jadi Rujukan, Koorprodi MPI Berbagi Praktik Pengelolaan di UIN Saizu Purwokerto

Purwokerto, 20 Oktober 2026 — Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan tata kelola pendidikan tinggi. Kali ini, pengelolaan microleading menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Program Studi MPI UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto, Selasa (20/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Koorprodi MPI UIN KHAS Jember, Dr. Ahmad Royani, M.Pd.I., hadir untuk berbagi pengalaman dan menjelaskan konsep pengelolaan microleading sebagai model pembelajaran berbasis praktik yang mempersiapkan mahasiswa menjadi calon tenaga kependidikan profesional.

Kegiatan FGD dibuka langsung oleh Wakil Dekan II, Dr. Nurfuadi, M.Pd.I. Turut hadir Wakil Dekan III, Prof. Dr. H. Subur, M.Ag., Ketua Program Studi MPI FTIK UIN Saizu, Dr. Sutrimo Purnomo, M.Pd., Sekretaris Program Studi MPI, Dr. Fajry Sub'haan Syah Sinaga, M.Pd., serta dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Program Studi MPI UIN Saizu Purwokerto.

Microleading: Menghubungkan Teori dengan Praktik Manajerial

Dalam forum tersebut, Dr. Ahmad Royani menjelaskan bahwa microleading merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang menjembatani teori manajemen yang diperoleh mahasiswa di ruang kuliah dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan di lembaga pendidikan. Mahasiswa calon tenaga kependidikan tidak cukup hanya memahami konsep manajemen, tetapi juga harus mampu menerapkannya melalui simulasi kerja administrasi dan praktik manajerial.

Sebagaimana tertuang dalam Pedoman Microleading UIN KHAS Jember, program ini dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki keterampilan dasar manajerial yang berkualitas, mampu menjalankan pengelolaan administrasi secara nyata (real administrative managing), serta mengembangkan sikap dan perilaku sebagai tenaga kependidikan yang ideal.

“Microleading menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan, sikap, nilai, dan keterampilan. Mahasiswa tidak hanya belajar memahami pekerjaan tenaga kependidikan, tetapi juga berlatih menjalankan tugas-tugas manajerial yang dibutuhkan di lingkungan lembaga pendidikan,” demikian inti pendekatan yang menjadi fokus diskusi.

Melalui pendekatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman kependidikan yang faktual sekaligus mengembangkan kompetensi profesional, administratif, kepribadian, sosial, dan manajerial. Dengan demikian, lulusan MPI diharapkan lebih siap menghadapi kebutuhan dan tantangan pengelolaan lembaga pendidikan.

Praktik Administrasi dan Manajerial sebagai Kompetensi Utama

Pedoman Microleading UIN KHAS Jember menekankan bahwa pembelajaran perlu diarahkan pada praktik yang relevan dengan pekerjaan tenaga kependidikan. Ruang lingkupnya meliputi manajemen sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan, etika profesi, manajemen sarana dan prasarana, manajemen perkantoran dan ketatausahaan, pembiayaan pendidikan, serta hubungan masyarakat.

Pada aspek sumber daya manusia, misalnya, mahasiswa berlatih menganalisis kebutuhan tenaga kependidikan, memetakan tugas dan fungsi, menyusun data kepegawaian, serta menginventarisasi dokumen secara konvensional maupun digital. Pada aspek etika profesi, mahasiswa dibiasakan menerapkan komunikasi yang santun, penampilan profesional, dan orientasi pelayanan kepada pengguna layanan pendidikan.

Sementara itu, praktik manajemen sarana-prasarana, pembiayaan, dan hubungan masyarakat membantu mahasiswa memahami proses perencanaan, pengelolaan sumber daya, penyusunan dokumen, serta komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan praktik dan simulasi role play juga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menghadapi situasi kerja yang menyerupai kondisi nyata.

Pengalaman belajar tersebut menunjukkan bahwa microleading tidak sekadar menjadi kegiatan pelengkap perkuliahan, melainkan bagian penting dari strategi penyiapan calon tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi aplikatif dan berorientasi pada pelayanan.

Menjadi Bahan Rujukan Pengembangan Program Studi

FGD bersama MPI UIN Saizu Purwokerto menjadi forum pertukaran gagasan mengenai pengembangan pembelajaran dan tata kelola program studi. Pengalaman MPI UIN KHAS Jember dalam menyusun pedoman, mengembangkan ruang lingkup praktik, serta mengarahkan pembelajaran pada keterampilan kerja dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengembangan microleading di lingkungan UIN Saizu.

Penguatan microleading dengan demikian memiliki relevansi terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi, khususnya dalam memastikan keselarasan antara kurikulum, proses pembelajaran, kompetensi lulusan, dan kebutuhan lembaga pendidikan sebagai pengguna tenaga kependidikan.

Kehadiran pimpinan fakultas, pengelola program studi, dosen, dan tenaga kependidikan dalam FGD tersebut turut memperkuat ruang dialog dan kolaborasi antarlembaga. Pertukaran pengalaman diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama akademik yang berkelanjutan, baik dalam pengembangan pedoman pembelajaran, peningkatan kompetensi mahasiswa, maupun berbagi praktik baik pengelolaan program studi.

Melalui kegiatan ini, MPI UIN KHAS Jember menegaskan komitmennya untuk berbagi pengalaman dan berkontribusi dalam pengembangan Manajemen Pendidikan Islam. Pengelolaan microleading diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik, membangun profesionalitas calon tenaga kependidikan, serta mendukung terwujudnya tata kelola lembaga pendidikan yang efektif dan bermutu.

Bagikan: