Purwokerto, 20 Oktober 2026 — Program Studi Manajemen
Pendidikan Islam (MPI) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember terus
memperluas kontribusinya dalam pengembangan tata kelola pendidikan tinggi. Kali
ini, pengelolaan microleading menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan Focus
Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Program Studi MPI UIN Prof. K.H.
Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto, Selasa (20/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Koorprodi MPI UIN KHAS Jember, Dr.
Ahmad Royani, M.Pd.I., hadir untuk berbagi pengalaman dan menjelaskan konsep
pengelolaan microleading sebagai model pembelajaran berbasis praktik yang
mempersiapkan mahasiswa menjadi calon tenaga kependidikan profesional.
Kegiatan FGD dibuka langsung oleh Wakil Dekan II, Dr.
Nurfuadi, M.Pd.I. Turut hadir Wakil Dekan III, Prof. Dr. H. Subur, M.Ag., Ketua
Program Studi MPI FTIK UIN Saizu, Dr. Sutrimo Purnomo, M.Pd., Sekretaris
Program Studi MPI, Dr. Fajry Sub'haan Syah Sinaga, M.Pd., serta dosen dan
tenaga kependidikan di lingkungan Program Studi MPI UIN Saizu Purwokerto.
Microleading:
Menghubungkan Teori dengan Praktik Manajerial
Dalam forum
tersebut, Dr. Ahmad Royani menjelaskan bahwa microleading merupakan salah satu
bentuk pembelajaran yang menjembatani teori manajemen yang diperoleh mahasiswa
di ruang kuliah dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan di lembaga
pendidikan. Mahasiswa calon tenaga kependidikan tidak cukup hanya memahami
konsep manajemen, tetapi juga harus mampu menerapkannya melalui simulasi kerja
administrasi dan praktik manajerial.
Sebagaimana
tertuang dalam Pedoman Microleading UIN KHAS Jember, program ini dirancang
untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki keterampilan dasar manajerial yang
berkualitas, mampu menjalankan pengelolaan administrasi secara nyata (real
administrative managing), serta mengembangkan sikap dan perilaku sebagai tenaga
kependidikan yang ideal.
“Microleading
menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan,
sikap, nilai, dan keterampilan. Mahasiswa tidak hanya belajar memahami
pekerjaan tenaga kependidikan, tetapi juga berlatih menjalankan tugas-tugas
manajerial yang dibutuhkan di lingkungan lembaga pendidikan,” demikian inti
pendekatan yang menjadi fokus diskusi.
Melalui
pendekatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman kependidikan yang
faktual sekaligus mengembangkan kompetensi profesional, administratif,
kepribadian, sosial, dan manajerial. Dengan demikian, lulusan MPI diharapkan
lebih siap menghadapi kebutuhan dan tantangan pengelolaan lembaga pendidikan.
Praktik
Administrasi dan Manajerial sebagai Kompetensi Utama
Pedoman
Microleading UIN KHAS Jember menekankan bahwa pembelajaran perlu diarahkan pada
praktik yang relevan dengan pekerjaan tenaga kependidikan. Ruang lingkupnya
meliputi manajemen sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan, etika profesi,
manajemen sarana dan prasarana, manajemen perkantoran dan ketatausahaan,
pembiayaan pendidikan, serta hubungan masyarakat.
Pada aspek sumber
daya manusia, misalnya, mahasiswa berlatih menganalisis kebutuhan tenaga
kependidikan, memetakan tugas dan fungsi, menyusun data kepegawaian, serta
menginventarisasi dokumen secara konvensional maupun digital. Pada aspek etika
profesi, mahasiswa dibiasakan menerapkan komunikasi yang santun, penampilan
profesional, dan orientasi pelayanan kepada pengguna layanan pendidikan.
Sementara itu,
praktik manajemen sarana-prasarana, pembiayaan, dan hubungan masyarakat
membantu mahasiswa memahami proses perencanaan, pengelolaan sumber daya,
penyusunan dokumen, serta komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Kegiatan praktik dan simulasi role play juga memberi kesempatan kepada
mahasiswa untuk menghadapi situasi kerja yang menyerupai kondisi nyata.
Pengalaman
belajar tersebut menunjukkan bahwa microleading tidak sekadar menjadi kegiatan
pelengkap perkuliahan, melainkan bagian penting dari strategi penyiapan calon
tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi aplikatif dan berorientasi pada
pelayanan.
Menjadi Bahan
Rujukan Pengembangan Program Studi
FGD bersama MPI
UIN Saizu Purwokerto menjadi forum pertukaran gagasan mengenai pengembangan
pembelajaran dan tata kelola program studi. Pengalaman MPI UIN KHAS Jember
dalam menyusun pedoman, mengembangkan ruang lingkup praktik, serta mengarahkan
pembelajaran pada keterampilan kerja dapat menjadi bahan pertimbangan bagi
pengembangan microleading di lingkungan UIN Saizu.
Penguatan
microleading dengan demikian memiliki relevansi terhadap peningkatan mutu
pendidikan tinggi, khususnya dalam memastikan keselarasan antara kurikulum,
proses pembelajaran, kompetensi lulusan, dan kebutuhan lembaga pendidikan
sebagai pengguna tenaga kependidikan.
Kehadiran
pimpinan fakultas, pengelola program studi, dosen, dan tenaga kependidikan
dalam FGD tersebut turut memperkuat ruang dialog dan kolaborasi antarlembaga.
Pertukaran pengalaman diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama akademik
yang berkelanjutan, baik dalam pengembangan pedoman pembelajaran, peningkatan
kompetensi mahasiswa, maupun berbagi praktik baik pengelolaan program studi.
Melalui kegiatan
ini, MPI UIN KHAS Jember menegaskan komitmennya untuk berbagi pengalaman dan
berkontribusi dalam pengembangan Manajemen Pendidikan Islam. Pengelolaan
microleading diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai pembelajaran yang
menghubungkan teori dengan praktik, membangun profesionalitas calon tenaga
kependidikan, serta mendukung terwujudnya tata kelola lembaga pendidikan yang
efektif dan bermutu.