Media Center FTIK - Sesi kedua Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember yang berlangsung di Kalibaru Cottages Hotel, Selasa (28/04) malam, diisi dengan paparan strategis dari Wakil Rektor 3 bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. H. Khoirul Faizin, M.Ag.
Dalam arahannya, Dr. Khoirul Faizin menekankan pentingnya transformasi pola pembinaan mahasiswa yang lebih terukur, serta penguatan tata kelola kerja sama yang tidak sekadar berhenti pada penandatanganan dokumen.
Optimalisasi Pendampingan ORMAWA
Menanggapi dinamika organisasi mahasiswa (ORMAWA), Dr. Khoirul Faizin memastikan bahwa dukungan pendanaan tetap menjadi prioritas universitas. Namun, beliau menegaskan adanya pergeseran paradigma dalam pengelolaan kegiatan.
"Dana untuk ORMAWA tetap kita jamin keberadaannya, namun orientasinya harus berubah. Pembina ORMAWA tidak boleh pasif; harus ada pendampingan penuh mulai dari penyusunan TOR hingga evaluasi bulanan. Kami juga meminta para Koordinator Prodi untuk lebih aktif dalam membimbing HMPS. Output kegiatan harus jelas, terukur, dan relevan dengan pengembangan kompetensi mahasiswa," ujar Dr. Khoirul Faizin.
Beliau juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap jenis kegiatan mahasiswa. Tradisi kegiatan seperti MAKRAB (Malam Keakraban) dinilai sudah tidak lagi relevan dengan tantangan zaman, sehingga disarankan untuk beralih ke program-program yang lebih progresif. Universitas juga berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi mahasiswa yang ingin berkompetisi di luar kampus sebagai duta universitas dalam ajang bergengsi, seperti PORSI JAWARA, SEIBA Internasional, dan OASE.
Transformasi Kerjasama dan Daya Saing PMB
Di bidang kerjasama, Wakil Rektor 3 mendorong agar setiap kemitraan yang terjalin tidak hanya sebatas Memorandum of Understanding (MoU). Beliau menekankan perlunya tindak lanjut berupa Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang disertai dengan aktivitas nyata, monitoring, dan evaluasi berkala yang terdokumentasi dengan baik.
"Kerjasama harus berdampak. Selain itu, kami terus berupaya menginternasionalisasikan kampus, terbukti dengan bertambahnya jumlah mahasiswa asing menjadi 13 orang dari 7 negara. Ini adalah peluang sekaligus tantangan bagi FTIK untuk terus meningkatkan kapasitas," jelasnya.
Menghadapi tantangan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di tengah persaingan ketat dengan kampus-kampus baru, Dr. Khoirul Faizin mengingatkan pentingnya peningkatan layanan, promosi yang masif, serta pembenahan sarana prasarana.
Terkait tata kelola administrasi mahasiswa, beliau juga menekankan pentingnya pemutakhiran data secara berkala, termasuk verifikasi administrasi beasiswa dan layanan akademik lainnya. Hal ini bertujuan agar seluruh bantuan pendidikan maupun fasilitas kampus dapat terdistribusi secara tepat sasaran, akuntabel, dan memberikan manfaat maksimal bagi mahasiswa yang berhak.
Kehadiran dan arahan dari Wakil Rektor 3 ini diharapkan menjadi pijakan bagi seluruh pimpinan di FTIK untuk menyelaraskan program kerja tahun 2026, guna mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga kompetitif di kancah nasional maupun internasional.
(Evi R. Dianita/Tim Data dan Informasi)