Umum

Prodi PAI FTIK UIN KHAS Jember Gelar Kuliah Tamu Bertema Integrasi Nilai Islam dan Resiliensi Digital

12 Jun 2026
Oleh: Admin Evi
92 Tayangan
Prodi PAI FTIK UIN KHAS Jember Gelar Kuliah Tamu Bertema Integrasi Nilai Islam dan Resiliensi Digital

Media Center FTIK - Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember sukses menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Self Discovery Journey: Membangun Personal Branding dan Resiliensi Era Digital Berbasis Nilai-Nilai Islam”. Agenda akademik yang berlangsung pada Jumat, 6 Juni 2026 di Aula FTIK ini dihadiri oleh jajaran dosen serta ratusan mahasiswa PAI dari berbagai angkatan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FTIK UIN KHAS Jember, Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguatan ketangguhan mental serta identitas diri yang kokoh bagi mahasiswa di tengah disrupsi arus informasi digital.

"Mahasiswa PAI harus mampu memosisikan diri di garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat. Salah satu instrumen efektif yang dapat digunakan pada masa kini adalah melalui pembentukan personal branding yang positif dan konstruktif di media sosial," tegas Dr. Abdul Mu’is.

Internalisasi Karakter Profetik dalam Personal Branding

Untuk membedah tema tersebut secara komprehensif, prodi PAI menghadirkan pakar psikologi, Dr. Festa Yumpi Rahmanawati, M.Si., Psikolog, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Dr. Festa menjelaskan bahwa self discovery journey atau perjalanan menemukan jati diri merupakan fondasi fundamental sebelum seseorang membangun citra diri ke publik.

“Personal branding bukanlah sebuah pencitraan semu. Konsep ini berbicara tentang bagaimana kita mengenali potensi internal, nilai hidup, dan tujuan esensial, lalu mengomunikasikannya secara konsisten. Bagi mahasiswa PAI, nilai-nilai profetik seperti shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah harus diinternalisasikan menjadi DNA dari branding tersebut,” jelas Dr. Festa.

Lebih lanjut, beliau juga menyoroti urgensi resiliensi (ketangguhan diri) dalam menghadapi berbagai tekanan psikologis di era digital, seperti fenomena cyberbullying, krisis identitas, hingga FOMO (Fear of Missing Out). Menurutnya, kecerdasan spiritual dan emosional menjadi perisai utama agar mahasiswa tidak mudah goyah oleh standar validasi semu di dunia maya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh moderator. Para mahasiswa aktif mengeksplorasi strategi taktis dalam membangun citra diri yang islami di platform digital seperti Instagram dan TikTok, sekaligus berkonsultasi mengenai manajemen stres akademik.

Di penghujung acara, Koordinator Program Studi PAI, Dr. Hj. Fathiyaturahmah, M.Ag., menyampaikan harapannya agar materi yang diperoleh dapat menjadi bekal aplikatif bagi mahasiswa untuk tampil percaya diri dan berakhlak mulia di masyarakat.

"Kami berharap lulusan PAI UIN KHAS Jember tidak hanya cakap dan kompeten di dalam ruang kelas sebagai pengajar, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi influencer kebaikan yang tangguh, adaptif, dan membawa dampak positif di era digital," pungkas Dr. Fathiyaturahmah.

Agenda kuliah tamu ini diakhiri secara formal dengan prosesi penyerahan cendera mata kepada narasumber serta sesi foto bersama seluruh civitas akademika yang hadir.

Kontributor: Siddiq Ardianta

(Tim Data dan Informasi)

Bagikan: